Proyek Fly Over Pasar Kembang Selesai 25%

Tidak ada komentar 438 views

Surabaya, (DOC) – Proyek pembangunan jalan layang (fly over) Pasar Kembang yang menelan biaya Rp 122,95 miliar, saat ini perkembangan fisiknya mencapai 25,09%. Sejumlah pekerjaan yang tengah dilaksanakan berupa pemancangan Pile slab sisi Diponegoro dan pengerjaan cor dan pembesian lantai.
Kasatker SNVT Metropolitan 1 Surabaya, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) V, Ir Tutuk Surya Jatmiko, mengatakan, pondasi bawah Bore pile dari 10 Pier saat ini telah selesai 9 Pier. Sementara bangunan atas dari 4 bentang baru 1 bentang dan 1 bentang siap pemancangan.
Pembangunan jalan layang tersebut diperlukan untuk memperlancar arus lalu lintas yang ada di simpang sebidang di kawasan Pasar Kembang. ”Kami harapkan dengan adanya fly over itu, akan dapat mengurai kemacetan di kawasan Pasar Kembang dan sekitarnya,” tuturnya.
Lokasi pekerjaan fly over membentang pada jalan Diponegoro dan Jalan Pasar Kembang, serta melewati persimpangan Banyu Urip. Jembatan layang ini membentang sepanjang 775 meter dengan lebar 17 meter.
Sementara itu bangunan atas terdiri dari U-girder dengan panjang 31,9 m (dua bentang k2) dan box girder dengan panjang 45 m sebanyak lima bentang. ”Bentuk jambatan layang ini cukup unik, karena alur dan bentuknya mengikuti lengkung median jalan,” katanya.
Jalan layang akan dibangun empat lajur, dua lajur di sisi kiri dan dua lajur lagi di sisi kanan. Pembangunan jalan ini dilaksanakan oleh KSO PP-GNG-BLJ dan dilaksanakan selama 1.070 hari kalender.
Pelaksanaan jembatan layang ini merupakan pekerjaan multiyears yang dilaksanakan melalui kontrak anak I tahun anggaran 2010 yang dianggarkan Rp 11,479 miliar, kontrak anak II TA 2011 Rp 14,0 miliar, kontrak anak III TA 2012 sebesar Rp 40 miliar dan kekurangan pada TA 2012 sebesar Rp 57,50 miliar.
Progress pekerjaan sampai dengan 28 Oktober 2012 telah mencapai 25,01% dari rencana 25,27%, yang berarti masih ada deviasi -0,2668%. Sementara itu penyerapan keuangan terhadap kontrak induk realisasinya sudah mencapai 24,2464%.
Soal hambatan dalam pelaksanaan jembatan layang Pasar Kembang, dari sisi utilitas adalah lahan yang dipergunakan milik PT KAI, jaringan kabel PLN, jaringan pipa PDAM dan PGN, pertamanan (yang baru selesai pada September 2012).
Sedangkan dari sisi traffick badan jalan yang tersisa hanya 1-2 lajur. Sehingga mengakibatkan kemacetan yang parah. Dari sisi sosial, pekerjaan terlalu dekat dengan permukiman penduduk dan dekat pula dengan arus lalu lintas.
Proyek ini semula pembangunannya direncanakan selesai pada 27 Desember 2012 atau selama 800 hari kerja. Rencana tersebut sesuai dengan kontrak No.11/KTR/P2JJ MTR-SBY/2010 ter tanggal 21 September 2010. Namun karena adanya sengketa lahan, akhirnya proyek molor hingga akhir 2013. Molornya proyek ini sudah dilakukan koordianasi dengan BPKP sehingga draft kontrak bisa dievaluasi.
Dalam pembangunan Fly Over ini pemerintah membutuhkan pembebasan lahan seluas 1000 m2. Lahan tersebut untuk memperbaiki Alinyemen atau jalan akses pada simpang Jl Pandegiling. Pembebasan lahan sepenuhnya menjadi kewenangan Pemerintah Kota Surabaya. Pemerintah pusat hanya menyediakan infrastruktur bangunan. (r-12 / r-7)