Proyek LRT Diprotes LSM Pemerhati Pembangunan, Desak BPKP Audit

Jakarta,(DOC) – Proyek angkutan massal cepat yang tengah dikebut oleh Pemprov DKI Jakarta, mendapat protes dari Aliansi Pemerhati Pembangunan (AMPUN) yang menggelar aksi di depan Kantor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Jl. Pramuka 33, kelurahan Utan kayu Utara Matraman, Jakarta Timur.

Sebanyak belasan orang aktivis AMPUN tersebut menutut BPKP untuk segera mengaudit dan membentuk tim investigasi proyek Light Rain Transit (LRT) yang diduga syarat dengan unsure pidana.

Kontraktor pelaksana proyek PT Jakarta Propertindo(Jakpro) dinilai  juga tidak mampu melakukan penghematan anggaran sesuai kontrak proyek LRT.

“Pemprov DKI kami minta mencabut kontrak kerjasama dengan PT Jakpro yang tidak mampu mengefisiensikan anggaran sesuai kontrak. Bahkan dalam pembelian Rolling Stock diduga mengandung unsur tindak pidana, untuk itu pemerintah harus membatalkannya,” ungkap Furqon, koordinator lapangan, disela orasinya.

Aksi tersebut bubar sekitar pukul 12.30 Wib, Rabu(12/7/2017), setelah ditemui oleh perwakilan dari BPKP.(ut/wat)