Proyek Trem Perlu Kajian, Dewan Mulai Intervensi

Tidak ada komentar 159 views

Surabaya,(DOC) – DPRD Surabaya mulai mengintervensi rencana pembangunan proyek trem yang dicanangkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dengan PT KAI. Bahkan kritikan tajam terus disampaikan secara bergiliran. Jika sebelumnya, anggota DPRD kota Surabaya, Baktiono menyatakan menolak pembangunan proyek trem karena bukan solusi mengurai kemacetan.  Kali ini giliran Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya dari FKB, Masduki Toha yang menilai kebijakan tersebut memicu protes dari berbagai pihak.
“Kami cuma mengharapkan. Surabaya ini kan luar biasa macetnya, artinya, progam ini itu harus digodok dulu, setelah itu baru dipublikasikan. Ini kan masih belum jelas tapi sudah digembor gemborkan, akhirnya menimbulkan pro kontra,”ujarnya, Jumat (18/9/2014).

Masduki mengaku, sampai saat ini Pemkot belum pernah memberikan keterangan resmi soal tujuan program pemkot dan PT KAI dengan membangun trem. “Harusnya kan ada pertemuan dulu pemkot dengan dewan, kita diundang dengan pemerintah kota, dengan Badan Pembangunan dan Perencanaan KotaBappeko), atau dengan PT. KAI,”tegas Masduki.

Ia menambahkan, sebenarnya dewan tidak antipati terhadap pembangunan alat transportasi cepat ini, namun sistem perjanjian atau Memory of Understanding (MoU), antara Pemkot dengan PT KAI harus dipelajari terlebih dahulu. Jangan sampai saat pelaksanaannya masyarakat yang banyak dirugikan.

“Okelah kalau memang tujuanya pemkot untuk mengurai kemacatan lalu lintas. Tapi bagaimana proses pembangunannya itulah yang sampai sekarang kami belum tahu. Yang penting sekarang ialah, kita semua harus tahu dulu bagaimana MoUnya,”pungkasnya.