PT KAI Mangkir, Dewan Kuatir Bentrok Soal Penggusuran Warga Sidotopo

Surabaya, (DOC) – PT KAI Daops 8 Surabaya diminta serius oleh Komisi C DPRD Surabaya untuk membahas soal nasib ratusan warga Sidotopo yang akan kehilangan tempat tinggalnya.
Warga tersebut selama puluhan tahun telah menempati lahan milik PT KAI di bantaran Rel KA disepanjang wilayah Sidotopo. Mereka diminta untuk pindah minggu depan, karena PT KAI Daops 8 Surabaya akan melanjutkan pengerjaan proyek rel double track sesuai program pemerintah pusat.
Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Sachirul Alim menyatakan, sebenarnya hari ini, warga pemakai lahan, camat, lurah dan PT KAI daops 8 Surabaya di pertemukan untuk mencari solusi soal nasib warga yang akan digusur tersebut. Namun pertemuan yang digelar di gedung dewan ini batal, karena Kepala PT KAI Daops 8 Surabaya tidak bisa hadir. “Pertemuan akan dilanjutkan hari Senin(14/01/2013) depan, dengan mengundang warga dan instansi terkait. Diharapkan semua bisa hadir termasuk PT KAI Daops 8,” ujarnya Sachirul, diruang komisi C, Rabu(9/01/2013).
Dalam pertemuan nanti PT KAI akan di minta solusi terlebih dahulu agar tidak terjadi bentrok, sebelum pemkot memberikan alternatif solusi. “Alternatif solusi yang diberikan yaitu, warga akan di tempat ke rumah rumah susun yang dikelola pemkot”, cetusnya.
Ditempat yang sama, Camat Semampir Jaya Prasetyo, membenarkan jika penggusuran bangunan sepanjang rel KA oleh PT KAI Daops 8 ini di anggap sepihak, karena sebelumnya tidak ada sosialisasi terlebih dahulu kepada warga yang menempati percil di 200 sepanjang bantaran rel KA Sidotopo. “Baru 2 hari lalu, kecamatan Semampir diberi surat tembusan soal rencana penertiban bangunan milik warga di sepanjang rel KA Sidotopo,”katanya.
Dirinya kuatir akan terjadi bentrok saat penertiban berlangsung.”surat tembusan memberitahukan rencana penertiban minggu depan, sedang warga belum banyak tahu mekanismenya,”imbuhnya.(R7)