PT Rakuda Furniture Langgar Hak Normatif, Ratusan Karyawan Gelar Mogok Kerja

foto ; suasana aksi mogok kerja karyawan PT Rakuda Furniture

Surabaya,(DOC) – Sudah 6 hari lamanya, sejak tanggal 19 Oktober lalu, ratusan karyawan PT Rakuda Furniture menggelar aksi mogok kerja disekitar lokasi pabrik yang berdomisili di Jalan Margomulyo III/14D Surabaya.

Para karyawan pabrik furniture ini, yang sebagian besar adalah anggota Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia(FSPMI), cabang Surabaya, menuntut hak normatif pekerja yang di duga sengaja dilanggar oleh pihak managemen.

Salah satu juru bicara karyawan PT Rakuda Furniture, Nuruddin Hidayat, yang juga Sekretaris FSPMI Surabaya menjelaskan, ada lima hak normatif para pekerja yang tak dipenuhi managemen, yaitu; kontrak kerja (PKWT) yang tidak sesuai Undang Undang ketenagakerjaan dan ketentuan Disnakertrans Provinsi  Jawa Timur, Pembayaran upah dibawah UMK Surabaya pada tahun 2015 dan 2016, Para pekerja tidak didaftarkan sebagai peserta BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, Upah pekerja yang dilarang masuk kerja atau yang masih proses PHK tidak dibayar, serta pekerja yang telah memasuki usia pensiun tidak kunjung dinon-aktifkan.

“Kami membentuk serikat PUK SPAI FSPMI PT. Rakuda Furniture sebagai perwakilan untuk menyampaikan hak-hak karyawan ke managemen. Namun permohonan perundingan bipartite selalu di tolak oleh pimpinan perusahaan,” ungkap Nuruddin Hidayat, Selasa(24/10/2017).

Pelanggaran hak normatif pekerja ini juga sempat dilaporkan ke Disnakertrans Pemprov Jatim. Tapi, lanjut Nuruddin, tetap saja pihak managemen tak meng gubrisnya.

“Kepala Disnakertrans Jatim bahkan sampai memanggil empat kali untuk memfasilitasi berunding. Tetapi tetap saja Pimpinan Perusahaan tidak pernah mendatangi panggilan,” tandasnya.

Aksi mogok kerja ini akan terus dilakukan para karyawan PT Rakuda Furniture, sampai tuntutannya dikabulkan oleh pihak managemen. Menurut dia, sekarang ini, produksi pabrik hanya berjalan sekitar 40 persen saja, akibat aksi mogok kerja karyawan.

“Kurang lebih 160 orang karyawan PT Rakuda yang menggelar aksi mogok kerja. Tentunya produksi pabrik tak berjalan maksimal hanya sekitar 40 persen saja,” pungkasnya.(rob/r7)