PT Suparma Diduga Lakukan Gratifikasi Perizinan

Tidak ada komentar 231 views

Surabaya,(DOC) DPD Lumbung Informasi Rakyat Indonesia (LIRA) Kota Surabaya tengah mengumpulkan bukti-bukti terkait dugaan gratifikasi yang dilakukan PT Suparma Tbk terhadap oknum Pemkot Surabaya, terkait pengajuan ijin pipa steam (pemanas) pada tahun 2009.
Berdasar informasi, PT Suparma Tbk diduga memberikan uang pelicin ratusan juta rupiah guna memuluskan pabrik kertas tersebut mendapatkan surat ijin pipa steam. Ini dilakukan setelah manajemen PT Suparma yang memanfaatkan jasa calo, dua kali gagal mendapatkan perijinan karena ditolak oleh Kadis PU Bina Marga di era Walikota Bambang DH, Ir Sri Mulyono.
Setelah ada “surat sakti” dari oknum Pemkot Surabaya, lantas surat ijin dikeluarkan oleh Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya pada tahun 2009 . Pemkot mengijinkan kepada PT Suparma Tbk boleh memasang pipa steam dengan ketentuan “pemasangan pipa harus ditanam dalam tanah”, bukan dibangun dan dipasang melintang di atas tanah jalan.
“Saya dapat info (soal gratifikasi, red) dan dengar betul seperti itu. Yang jelas, bukti-bukti sedang kami kumpulkan. Kalau sudah waktunya, LIRA pasti akan turun kesemua pihak yang berwenang menangkap semua oknum tersebut,”ujar Assraf dari DPD LIRA Kota Surabaya,Rabu(19/3/2014)..
Sementara sejak tahun 2011 silam, Pemkot Surabaya sudah tidak pernah lagi mengeluarkan ijin kepada PT Suparma Tbk dengan diterbitkannya Surat Keputusan Nomor: 593.11/693/436.6.1/2011. Terbitnya surat penghentian pemberian ijin tahun 2011 itu menyusul dugaan mokongnya sikap manajemen PT Suparma Tbk. Pihak manajemen terkesan “mbanggel” dan tidak pernah mau menjalankan ketentuan serta syarat yang tertuang dalam Surat Ijin Nomor: 593.1/ 280/ 4365.1/2009 tentang Penggunaan Daerah Jalan Milik Jalan (Damija) untuk keperluan tertentu di luar fungsi jalan.
Dengan fakta tersebut, PT Suparma Tbk sudah secara ilegal mengoperasikan pipa steam tanpa ijin resmi dari Pemkot sejak tahun 2009 hingga kini, dimana setiap tahun ijin pipa steam itu harus selalu diperpanjang.
“Dengan fakta tersebut, seharusnya Pemkot Surabaya bisa bertindak tegas karena PT Suparma telah mengoperasikan pipa steam secara illegal. Tapi anehnya, malah dilakukan pembiaran,” ungkapnya.
Karena itu, lanjut dia, beberapa hari lalu, pihaknya dengan tim hukum LIRA melakukan pertemuan untuk mengupas masalah pelanggaran ijin pipa steam, apakah terdapat unsur pidananya, serta pengumpulan bukti para oknum Pemkot Surabaya dan DPRD Surabaya yang sudah “bermain” atas kasus ini.
Ditambahkan, jika semua bukti-bukti sudah lengkap, maka semua pihak yang terlibat dalam kasus ini akan dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim. “Tunggu saja, ini bukti-bukti lagi kita kumpulkan. Jika sudah waktunya akan kita ungkap ke publik dan laporkan ke Kejati Jatim,”tandasnya.
Sementara Manajer Umum PT Suparma Tbk Justiohadi ketika dikonfirmasi lewat SMS terkait dugaan gratifikasi, tak memberikan jawaban.(r12/r7)