PT Unilever Tak Penuhi Panggilan Dewan Soal Pengrusakan Taman

Surabaya,(DOC) – Melunaknya Walikota Surabaya Tri Rismaharini yang akan mencabut gugatan ke PT Unilever karena dituduh telah melakukan pengrusakan Taman Bungkul saat acara bagi-bagi Ice Cream Walls gratis di Care Free Day beberapa pekan lalu, nampaknya berimbas pada legitimate DPRD Kota Surabaya.

Rencananya, Senin(19/5/2014) hari ini, Komisi C DPRD Surabaya memanggil PT Unilever untuk mengklarifikasi soal ganti rugi pembenahan taman yang rusak senilai Rp. 1,2 milliar. Namun pemanggilan tersebut tidak di hiraukan oleh pihak Unilever.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya Simon Lekatumpessy menyatakan, hearing yang akan berlangsung di komisi C, memang akan membahas soal Car Free Day sekaligus acara bagi-bagi ice cream dengan mengundang instansi terkait termasuk PT Unilever.
Namun informasi yang diterima sekertaris komisi, Pihak Unilever belum bersedia hadir dengan alasan undangan terlalu mendadak. “Pihak Unilever minta diagendakan ulang minggu depan, karena undangan baru di terima hari ini,” jelas Simon diruang komisi C DPRD Surabaya.

Meski tidak dihadiri PT Unilever, Menurut Simon, rapat dengar pendapat soal pelaksanaan Car Free Day setiap hari minggu, tetap akan dilanjutkan dengan instansi terkait. “Mungkin yang akan kita bahas soal perizinan penyelenggaraan acara dan keamanan sekitar tamana bungkul. Belum membicarakan pembenahan taman yang rusak, karena menunggu pihak yang bersangkutan(PT Unilever,red),”ungkapnya.

Seperti di ketahui, Alasan Walikota Surabaya Tri Rismaharini mencabut gugatan ke PT Unilever dengan tuduhan tak mengantongi izin penyelenggaraan bagi-bagi ice cream Walls gratis, karena Ia merasa kasihan terhadap perusahaan modal asing(PMA) tersebut, yang dikabarkan telah menjadi korban percobaan pemerasan dari sejumlah oknum yang mengatasnamakan pejabat Pemkot Surabaya.
“Kasihan juga, ternyata banyak sekali yang meras yang nipu,” ungkap Risma, Jumat(16/5/2014) lalu.

Berdasarkan informasi dari intern Unilever, melunaknya sikap Walikota Surabaya itu, karena tuduhan penyelenggaraan acara bagi-bagi ice cream tanpa izin, tak bisa dibuktikan. sehingga untuk menutupi malu, Walikota Tri Risma beralasan terdapat percobaan pemerasan.
Sebenarnya, PT Unilever sudah mengantongi izin dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan(DKP) kota Surabaya seminggu sebelum acara berlangsung. Pengrusakan taman itu, benar-benar insiden yang tak terduga. sehingga PT Unilever selaku penyelenggara acara, menyanggupi pemberian ganti rugi pembenahan Taman milliaran rupiah.(r7)