Puluhan Jamaah Haji Indonesia Meninggal Akibat Gagal Jantung

Makkah,(DOC) – Kurang sepekan pelaksanaan ibadah haji, tercatat 64 jamaah haji asal Indonesia meninggal dunia. Para jamaah yang wafat tersebut, rata-rata mengalami sakit gagal jantung.

“Biasanya (penyebab terbesar meninggalnya jamaah) respiratory diseases (gangguan pernapasan) baru kemudian gagal jantung, tapi memang dua itu balap-balapan. Tapi sekarang sangat menonjol gagal jantung,” ujar Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, dr. Muchtaruddin Mansur di sela acara penyampaian progress report, persiapan Armina dan kasus-kasus operasional haji Arab Saudi ke amirul haj di Hotel Dar Hadi, Makkah, Selasa(6/9/2015).

Berdasarkan data Siskohatkes, terhitung sejak 5 September 2016 sebanyak 64 jamaah meninggal dunia. Penyebab wafat terbanyak adalah cardiovascular disease, yaitu sebanyak 44 orang atau sekira 70 persen, kemudian disusul akibat respiratory disease sebanyak 6 orang dan malignant neoplasm alias kanker sebanyak 4 orang.

 

Penyebab kematian lainnya, yaitu infectious and parasitic diseases sebanyak 2 orang, digestive disease 3 orang, circulatory diseases 3 orang, selanjutnya endoctrine, nutritional and metabolic diseases sebanyak 2 orang.

Adapun lokasi terbanyak jamaah meninggal dunia adalah di rumah sakit Arab Saudi (RSAS) baik di Madinah maupun Makkah. Sebanyak delapan jamaah haji dilaporkan meninggal dunia di masjid (Nabadi dan Masjidil Haram), 15 orang di pemondokan, dua orang selama dalam perjalanan ke Makkah, dua orang dalam pesawat, dan 4 orang di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah dan Makkah.

Pemerintah sudah menjamin bahwa semua jamaah yang wafat di Tanah Suci bahkan sejak di embarkasi akan dibadalkan hajinya.(oz/r7)