Puluhan Rumah Warga Rusak Akibat Pembangunan Superblok Kalijudan

Surabaya,(DOC) – Pembangunan superblok dan aparteman seluas 5 hektare di Jln. Soekarno Hatta, tampaknya membuat warga RT 3/RW 3 Kalijudan dan Kalijudan Asri Indah merasa was-was terhadap dampak yang ditimbulkan. Karena itu, mereka menuntut uang kompensasi kepada pengembang proyek tersebut.

Untuk warga yang berbatasan atau terdampak langsung dengan lokasi proyek (Ring I) menuntut kompensasi kepada pengembang sebesar Rp 7 juta per KK/ tahun, sedangkan Ring II sebesar Rp 5 juta per KK/tahun. Serta uang kesehatan Rp 2 juta per KK/ tahun.

Tuntutan besarnya uang kompensasi tersebut diputuskan oleh warga dalam rapat akbar yang dilakukan Sabtu (9/11/2013) malam.

Selain kompensasi dan uang kesehatan, menurut Ketua RT 3/RW 3 Kalijudan, Hadi Santoso, warga juga menuntut pembangunan tutup got sepanjang 310 meter dan normalisasi saluran sepanjang 75 meter, perbaikan poskamling, perbaikan mushola sebesar Rp 75 juta, rekrutmen karyawan dari Kalijudan sesuai kompetensinya, serta kesepakatan dengan warga ini hendaknya dinotariskan.
“Apa yang jadi tuntutan warga ini akan kita sampaikan ke pengembang, dan warga minta segera mendapatkan tanggapan sebelum proyek itu benar-benar dimulai, dan warga terkena dampaknya “ungkapnya.

Diakui, sebelumnya warga Kalijudan menerima surat dari pengembang superblok dan aparteman (PT Puncak Dharmahusada, red). Surat tersebut langsung ditanggapi dengan menggelar rapat, Sabtu (9/11/2013) malam. Hal ini menurut Hadi agar warga tahu dan tak terjadi miskomunikasi

Pembangunan superblok dan apartemen oleh PT Puncak Dharmahusada, dikatakan Hadi, memang belum dimulai. Namun. Rabu (6/11/2013) minggu kemarin, mereka melakukan. test site pile untuk uji tanah krn akan menggunakan tiang pancang.

Meski belum ada pengerjaan pembangunan, namun dalam proses pengurukan, ada beberapa rumah warga yang mengalami retak-retak. Terkait ini, pihak pengembang superblok dan aparteman berjanji kalau proyek selesai akan diperbaiki. “Mereka (pengembang, red) sudah mendata dan memfoto rumah-rumah yang mengalami keretakan,”ungkapnya.(r12/r7)