Puluhan Santri Darul Akhfiya Ditangkap

Tidak ada komentar 207 views

Nganjuk (DOC)– 50 penghuni Pondok Darul Akhfiya di Desa Kepuh, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, dibawa ke Mapolres Nganjuk, Selasa (13/11/2012) dinihari. Mereka ditangkap karena dinilai meresahkan warga. Sebagian warga bahkan menuding mereka terlibat aktivitas teroris lantaran sering terlihat melakukan latihan bela diri, bahkan kegiatan itu dilakukan pada malam hari.

Dengan membawa senjata lengkap, puluhan polisi mendatangi pondok yang tidak jauh dari jalan raya utama.Selain membawa puluhan santri, Polisi juga membawa pengasuh pondok yang diketahui bernama Nasiruddin Ahmad alias Landung Tri Bawon (34 tahun) asal Sukoharjo, Solo.

Sebelum dibawa ke Mapolres, mereka terlebih dahulu dibawa ke Markas Polsek Kertosono, Kabupaten Nganjuk. Lantaran menghindari amuk massa, puluhan santri kemudian dibawa ke Polres Nganjuk dengan menggunakan bus.

“Mereka sering latihan bela diri di belakang pondok. Kami curiga, mereka adalah jaringan teroris,” kata salah seorang tetangga. Para santri rata-rata masih berusia muda setingkat SMP atau SMA yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Banyuwangi, Pasuruan, Ambon, dan daerah lainnya.

Pengasuh Ponpes Darul Akhfiya, Nasirudin membantah jika terlibat jaringan terorisme. Dia mengaku mengajarkan kegiatan pengajian saja. “Kami tidak mengajarkan gerakan terorisme, namun hanya ilmu agama seperti pesantren umumnya. Selain itu, kami juga mengajarkan ilmu beladiri,” ujar Nasiruidin.

Hingga kini, polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan tidak membolehkan warga maupun jurnalis untuk mendekati lokasi kejadian. Namun, dari sejumlah informasi yang didapat polisi mendapati buku-buku tentang jihad yang banyak ditemukan di pondok tersebut. Polisi juga mendapati sejumlah senapan angin.(sol/r3)