Puti Guntur Belajar Meracik Kopi di Tulungagung

Tidak ada komentar 122 views

Tulungagung, (DOC) – Berada di Tulungagung, Wakil Gubernur Jawa Timur Puti Guntur Soekarno tidak melewatkan untuk mampir ke kedai kopi. Ia bertemu anak-anak muda, kalangan netizen. Dari mereka, Puti Guntur belajar meracik kopi.

“Kemarin malam saya bertemu anak-anak muda. Generasi milenial. Juga ketemu para netizen. Mereka mengajari saya untuk meracik dan menghias kopi,” kata Puti Guntur, Selasa (27/2/2018).

Sejak kemarin, pasangan Calon Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) itu, nomor urut 2, berada di Kota Marmer. Ia bergerak ke kawasan Mataraman untuk membangun dukungan dalam Pilkada Jawa Timur tahun 2018.

Selepas Mahgrib, Senin malam, setelah seharian bertemu warga masyatakat dalam beberapa even, Puti melepas penat dengan menikmati kopi.

“Tulungagung terkenal dengan konsumsi kopinya. Warga menyukai kopi. Ada kopi ‘cethe’ atau kopi tubruk. Ada pula yang khas daerah sini, Kopi Ijo, yang kedainya tumbuh subur,” kata Puti Guntur.

Beberapa tahun ini, kopi menjadi bagian penting dalam pertumbuhan ekonomi kreatif. Tidak hanya untuk keperluan rumah tangga, atau disajikan di warung-warung, tetapi telah disajikan pada kedai dan gerai, mall, dan hotel-hotel mewah.

“Kemarin malam itu kafenya dikelola anak-anak muda, tempat kumpulnya anak-anak muda dengan desain interior bagus. Jenis kopi yang disajikan juga macam-macam,” kata Puti.

Cucu Bung Karno itu menjajal cara membuat hiasan busa kopi atau yang dikenal dengan latte art. “Saya mencoba bikin latte art, bentuk hati, ternyata sulit sekali ya… tapi jadi lho bikinan saya,” kata dia tertawa.

Di kedai kopi itu Puti berbincang dengan kalangan netizen tentang ekonomi kreatif. Tentang kopi, Puti bercerita tentang aneka jenis dari daerah-daerah di Nusantara ini. Ada kopi Aceh, Toraja, Jawa, Kintamani, hingga Papua.

“Ini semua hasil bumi, dari kekayaan Nusantara ini. Kemudian, karena kreativitas anak-anak ‘jaman now’ bisa diracik, bisa diolah, menjadi sajian yang menyenangkan. Kopi telah menggerakkan ekonomi kreatif kita,” kata Puti.

Menurut Calon Bupati petahana, Syahri Mulyo, Tulungagung punya sajian khas: Kopi Ijo. Terdapat sekitar 3.000-an lebih kedai kopi yang menjajakan Kopi Ijo.

“Warung-warung itu tidak pernah sepi. Warga Tulungagung menganggap cara penyajian Kopi Ijo sebagai tradisi yang perlu dijaga dan dilestarikan,” kat Syahri.

Kopi Ijo mempunyai rasa dan tekstur sangat halus. Saat disajikan, Kopi Ijo terlihat kehijau-hijauan saat dituang. “Rahasianya, terletak pada proses pengeringan biji kopi. Bukan campuran atau zat pewarna,” kata Syahri.

Hanya saja, Syahri menyampaikan, di Tulungagung bukan daerah penghasil kopi. Karena tanah-tanah hutan lebih menyerupai sebagai hutan lindung. Bukan tanah tegalan. “Kami ingin mulai agar kelak dihasilkan kopi hasil tanah Tulungagung,” kata Syahri. (Nps)