PVMKB : Status Gunung Ijen Masih Siaga

 Featured, Peristiwa

Surabaya,(DOC)-Kepala Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMKB) Dr Surono menegaskan, status kegiatan Gunung Ijen mashi siaga. Karena itu, masyarakat yang tinggal di sekitar gunung dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) II,pengunjung, wisatawan, pendaki, dan penambang untuk tidak mendekati kawah yang ada di puncak dalam radius 1,5 km dari kawah aktif.
Sementara bagi masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran Sungai Banyuputih yang berhulu di danau kawah Ijen, agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya luapan air danau apabila terjadi letusan.
Surono juga mengatakan, PVMBG akan selalu berkoordinasi dengan Pemkab Bondowoso, Situbondo dan Banyuwangi, untuk mengetahui perkembangan selanjutnya.”Kita berharap  masyarakat tetap tenang, tidak terpancing isu-isu tentang letusan gunung dan agar selalu mengikuti arahan dari BPBD setempat,”ungkapnya.
Lebih jauh dikatakan, bahwa potensi bahaya erupsi Gunung Ijen pada Kawasan Rawan Bencana III adalah sekitar danau kawah yang terlanda ancaman aliran gas racun, aliran awan panas, lumpur panas, aliran lava, hujan abu lebat, dan lahar letusan.
Potensi bahaya erupsi pada Kawasan Rawan Bencana II adalah potensi terlanda aliran awan panas, lahar letusan, lahar hujan, hujan abu lebat, kemungkinan longsoran puing vulkanik, dan lontaran batu pijar.
Sementara potensi bahaya erupsi pada Kawasan Rawan Bencana I adalah potensi terlanda aliran lahar hujan, kemungkinan perluasan awan panas atau lahar letusan, hujan abu lebat, kemungkinan dapat terkena lontaran batu pijar. “Potensi bahaya aktivitas untuk saat ini adalah semburan lumpur di sekitar kawah, munculnya gas di sekitar kawah, dan meluapnya air danau kawah,”ungkapnya.
Dari hasil catatan kegempaan pada (7/11) gempa tremor masih menerus dengan amplitude maksimum 0,5-6 mm, satu kali terjadi gempa vulkanik dangkal dengan amplitude maksimum 15 mm dan lama gempa 11 detik.
Sebagai informasi, Gunungapi Ijen merupakan gunungapi aktif yang memiliki danau kawah di puncak dengan pajang dan lebar danau masing-masing sebesar 800 meter dan 700 meter serta kedalaman danau mencapai 180 meter.
Erupsi gunung Ijen yang tercatat dalam sejarah yakni berupa letusan-letusan freatik yang bersumber dari danau kawah. Erupsi Freatik terakhir terjadi pada tahun 1993 menghasilkan tinggi kolom asap berwarna hitam yang mencapai ketinggian 1000 meter. (r-12/R9)