PWNU Jatim Pastikan Usung Satu Calon Gubernur

 Featured, Politik

Surabaya (DOC) – Rapat gabungan Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Jatim yang dilaksanakan  di kantor PWNU Jatim, pada Rabu (28/11), dihadiri dari jajaran Syuriah seperti Rois Syuriah PWNU Jatim KH Miftakhul Akhyar, KH Anwar Mansur, KH Abdul Mathin, KH Ali Masyhuri, KH Nuruddin, KH Syafruddin serta seluruh jajaran Tanfidziah.

Rapat tersebut selain membahas Konferensi Wilayah (Konferwil) juga membahas tentang perkembangan sosial politik di Jawatimur terutama persoalan pemilihan Gubernur Jawatimur 2013.

Humas PWNU Jatim, Hadi Noor mengatakan, berkaca pada pemilihan kepala daerah sebelumnya, maka PWNU mengambil sikap prioritas utama menyelamatkan NU dari perpecahan terutama internal pengurus PWNU Jatim harus satu tujuan. Mengingat fungsi NU dibentuk adalah mempersatukan langkah para ulama dan pengikutnya dalam melakukan kegiatan yang bertujuan menciptakan kemaslahatan masyarakat, kemajuan bangsa dan meningkatkan harkat martabat manusia.

Sehingga, katanya, dalam menghadapi perkembangan politik seperti pemilihan Gubernur (PilGub) Jawa Timur 2013, PWNU Jatim akan mengumpulkan PCNU, Kiai dan para ulama di se- Jatim agar satu suara untuk satu calon. Satu calon untuk perekat organisasi, para kiai, dan jamaah NU yang tersebar di seluruh Jatim. ”NU Jatim akan memutuskan satu calon saja yang tidak memecahbelah NU,” katanya.

Dia menerangkan, pengalaman Pilgub 2008 para kiai pecah antara Karsa (Karwo-Saiful) dan Kaji (Khofifah-Mujiono) sampai berlangsung lama. Terlebih lagi, lanjutnya, kemenangan Karsa juga tidak banyak membawa kemaslahatan  buat NU bahkan sebagian kiai juga dikecewakan Karsa. ”Seperti tidak mendengarkan lagi kata para kiai setelah jadi Gubernur. Maksudnya kiai ditinggal begitu saja, seperti pepatah “habis manis sepah dibuang”,”ujarnya.

Untuk itu, lanjut Hadi Noor, menyatukan kiai NU baik di Karsa dan Kaji akan dilakukan semaksimal mungkin, karena NU Jatim tidak pernah berpikir soal menang kalah di Pilgubnya. Namun akibat dari pilgub inilah yang dikhawatirkan oleh pengurus dan para kiai.  Pengalaman Pilkada sebelumnya seperti banyak warga NU mengatakan “Bedanya Pilkada sama Pilkabe  adalah kalau Pilkabe jika lupa maka jadi, kalau Pilkada jika jadi menjadi Lupa”.

”Meski pertemuan-pertemuan dilakukan oleh orang NU baik tokoh politik NU, Partai politik berbasis NU, PWNU Jatim hanya mengingatkan jangan sampai memecah belah warga NU terlebih lagi kiai. NU Jatim yang mempunyai basis massa terbanyak di Jawa Timur, dalam mengarahkan satu calon setelah para kiai khos, tokoh NU,kiai sepuh serta pengurus PCNU se Jatim menyetujuinya,” pungkasnya. (r3)