Rajin Sidak Menjelang Akhir Jabatan

Tidak ada komentar 104 views

Surabaya,(DOC) – menjelang akhir masa jabatannya, Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya Simon Lekatumpessy nampaknya giat melakukan inspeksi mendadak(sidak).
Setelah melakukan sidak di Stasiun Surabaya kota dan Terminal TOW, Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Simon Lekatompessy kembali menggelar sidak ke pembangunan SMPN 22 Menanggal Surabaya, Kamis(5/12/2013) kemarin.
Dalam sidak tersebut, Simon kembali mendesak pelaksana proyek, PT Tekno, agar menyelesaikan pembangunan akhir Desember.
Pihak kontraktor yang semula dideadline 26 November lalu,. Namun, pada saat itu progres pembangunannya masih belum selesai. Akhirnya pemkot memberi kelonggaran satu bulan lagi.
“Ini sudah diberi kelonggaran satu bulan, kalau tetap tidak selesai ya harus ditarik, ndak ada kelonggaran lagi,” tegasnya ketua Fraksi Damai Sejahtera.
Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Pelaksana dan Pengawasan Bidang Permukiman Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Lasidi menargetkan sebelum tanggal 20 Desember pembangunan SMPN 22 sudah selesai. “Ini sekitar 95 persen, tinggal 5 persen selesai, harapannya dalam waktu dekat sudah serah terima,” jelasnya.

Terkait dengan rencana pembangunan lantai tiga yang akan diproyeksikan tahun 2014, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sudah menyiapkan dana sebesar Rp 1 miliar. Saat ini sudah direncanakan dan akhir Desember mulai dilelang.
“Kita harapkan Januari lantai tiga sudah digarap, kalau untuk proyek ini anggarannya Rp 2,1 miliar,” terangnya.

Dody Setiawan, pelaksana kontraktor dari PT Tekno Pilar Perkasa mengatakan selama ini pembangunan mengalami gangguan yang menyababkan keterlambatan. Diantaranya, saat bulan puasa, kendaraan yang membawa material sulit masuk ke halaman sekolah. Sebab, sepanjang jalan SMPN yang berhadapan dengan Masjid Al-Akbar dipenuhi dengan orang jualan.

“Dengan terpaksa kita harus mengikuti jadwal yang dibuat Takmir Masjid,” katanya.

Susahnya akses pada saat bulan ramadhan membuat pengerjaan proyek sedikit terhambat. Material bangunan serta alat-alat berat tidak bisa dengan leluasa masuk. “Proses pengerjaan bangunan ini terpaksa harus mundur, tidak berjalan maksimal,” tambahnya.

Padahal, Dody mengaku diberi target sampai tanggal 26 Desember. Meski begitu, dia optimis tidak akan melenceng dari target. Progres pembangunan sudah selesai sekitar 95 persen. Saat ini pihaknya sedang mengerjakan finishing pembangunan.
“Ini yang dikerjakan baru lantai satu dan dua, lantai tiganya baru tahun depan, ada delapan ruangan yang kita garap tahun ini,” jelasnya.

Tidak ingin gagal untuk yang kedua kalinya, Dody mengaku pengerjaan proyek dilakukan siang dan malam selama 24 jam. Penyebab tidak sesuai dengan target awal yang ditentukan pemkot, dia menyatakan hanya kurang koordinasi.

Meskipun pengerjaan dikebut, Dody tidak khawatir kualitas pembangunannya jelek. Sebab, pihaknya bekerja sesui dengan gambar yang disetujui. “Tidak akan, kita kerjakan semuanya sesuai dengan spesifikasi yang ada dalam kontrak,” tandasnya.(r7)