Rapat Banmus Tanpa Unsur Pimpinan Dewan

Tidak ada komentar 166 views

Surabaya, (DOC) – Rapat Badan Musyarawah (Banmus) DPRD Kota Surabaya sudah memutuskan waktu untuk digelarnya Sidang Paripurna Istimewa. Namun kapan pelaksanaan itu dilakukan, masih dirahasiakan. Sebab, rapat Banmus memang digelar tertutup, Rabu (24/4/2013). Namun pada rapat Banmus tersebut, yang memimpin bukan Wakil Ketua DPRD Surabaya, baik Wisnu Sakti Buana ataupun Ahmad Suyanto, melainkan Mochammad Machmud. Keberadaan Machmud memang atas pilihan atau kesepakatan seluruh peserta rapat Banmus.

Posisi rapat Banmus tanpa keberadaan unsur pimpinan dewan, sah. Sebab, berdasar Perda 50/2010 tentang Tata Tertib DPRD Surabaya pasal 81 menyebutkan, jika pimpinan Banmus berhalangan hadir, maka rapat bisa dipimpin Wakil Ketua DPRD. Namun jika wakil ketua juga tak bisa hadir, maka pimpinan Banmus bisa dipilih berdasar kesepakatan bersama seluruh anggota Banmus. “Dalam Perda memang berbunyi seperti itu, jadi hasil rapat Banmus yang menentukan agenda paripurna istimewa, sudah sah. Siapa yang mau membantah isi Perda?” tegas Adies Kadir salah satu anggota Banmus yang merahasiakan jadwal pelaksanaan paripurna istimewa tersebut.

Yang jelas, kata Adies, saat membuat undangan untuk seluruh anggota Banmus, yang menandatangani adalah Wisnu Sakti Buana. Dalam surat itu juga disebutkan jika yang memimpin rapat Banmus, sudah ditunjuk Ahmad Suyanto sebagai pimpinan rapat Banmus. Namun kedua pimpinan itu, tak bisa hadir dalam rapat Banmus.

Informasinya, Wisnu Sakti Buana berada di Singapura mengantar ibunya yang sakit untuk berobat. Hal itu juga sudah ada izinnya ke Setwan. Sementara, Ahmad Suyanto yang tak jelas keberadaannya. Nampaknya, Ahmad Suyanto menghindari rapat Banmus, sebab, dua anggota Fraksi PKS lainnya, Fatkhur Rochman dan Reni Astuti, tak hadir. Selama ini kita tahu jika sikap Fraksi PKS tetap memberikan dukungan kepada Wishnu Wardhana alias WW. Fraksi itu masih mengakui jika WW masih sah sebagai Ketua DPRD Surabaya. Informasinya, ada kesepakatan yang belum terselesaikan. “Ada kepentingan dari semua ini. Kepentingan itu justru mengorbankan kepentingan orang banyak,” aku salah satu anggota dewan.

Ahmad Suyanto, kabarnya berangkat ke Bogor tanpa diketahui tujuannya. Padahal, Ahmad Suyanto sudah menerima undangan rapat Banmus yang dikeluarkan pada 23 April 2013. Sementara pimpinan rapat Banmus Mochammad Machmud menegaskan, hasil rapat tersebut akan segera dikomunikasikan ke Ahmad Suyanto. Karena itu, dirinya mengaku belum bisa menjelaskan hasil rapat tersebut. (co/r4)