Raperda Tower Dikeluhkan APJI Surabaya

Tidak ada komentar 211 views

Surabaya, (DOC) – Harapan Pemkot Surabaya untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui retribusi pengendalian menara komunikasi, dikeluhkan Asosiasi Pengguna Jasa Internet (APJI) Kota Surabaya. Mereka mempersoalkan belum jelasnya devinisi tower yang bakal dikenakan retribusi.

Menurut perwakilan APJI Kota Surabaya, Heri, kekhawatiran yang ditunjukan sesama pengguna jasa internet memang cukup beralasan. Sebab jika mereka dimasukan dalam objek penarikan retribusi, itu sama dengan membunuh para pengusaha jasa internet di Surabaya.

“Untuk saat ini saya hanya meminta devinisi tower yang bakal dikenakan objek retribusi itu,” tutur Heri.

Heri menjelaskan, selama ini dalam menjalankan bisnis yang ia jalankan, memang tidak bisa dipisahkan dengan tower sebagai sarana penunjang akses jaringan. Oleh karena itu, selaku perwakilan APJI dirinya berharap ada toleransi jika nantinya para pengusaha yang bergerak di bidang internet juga ditarik retribusi tambahan.

“Selama ini kan sudah ada izin, dan izin itu juga tidak kami perolah dengan cuma-cuma, jadi khawatir Raperda ini justru mematikan usaha di Surabaya,” cetus Heri.

Sementara menyikapi keluhan yang disampaikan APJI, Ketua Panitia Khusus retribusi pengendalian menara komunikasi, Rio Pattiselanno menegaskan, bila penarikan retribusi pengendalian tower hanya diberlakukan khusus untuk provider. Hal itu sesuai dengan hasil konsultasi yang dilakukan Pansus dengan pemerintah pusat beberapa hari yang lalu.

“Selama di tower internet tidak ditempeli provider, maka tidak akan kena retribusi,” ungkap Rio Pattiselanno.

Namun jika dikemudian hari ditemukan tower internet yang diikuti provider tertentu, dirinya berpesan agar pengusaha internet tidak kaget jika dikemudian hari ada petugas dari Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Surabaya yang mengambil tindakan tegas.

“Itu saja pesan saya, sebab tidak menutup kemungkinan ada pengusaha yang berbuat curang demi menghindari tarikan retribusi,” ingat legislator dari Partai Damai Sejahtera (PDS) itu. (k1/r4)