Ratusan PNS Dukung Bacawali Independent

Tidak ada komentar 142 views

Kediri (DOC) – Ratusan Pegawai Negeri Sipil (PNS) menjadi sasaran empuk bagi Calon Walikota-Wakil Walikota (Cawali-Cawawali) Kediri dari jalur independen dalam memenuhi syarat administrasi pencalonan. Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) setempat menemukan ada ratusan PNS yang namanya tercatut dalam dukungan mereka.

Komisioner KPUD Kota Kediri Masrukin mengatakan, banyak ditemukan PNS masuk dalam dukungan. Pihaknya berencana mencoret para PNS tersebut dari daftar dukungan.

”Kita dapat surat dari Menteri Aparatur Negara bahwa PNS tidak boleh memberikan dukungan baik terhadap calon anggota legislatif maupun walikota,” ujarnya.

Bahkan, berdasarkan temuan KPUD tersebut, nama Asisten Walikota Kediri Budi Siswantoro juga ikut tercatut oleh Cawali-Cawawali Imam Subawi (Ketua PWI Kediri) –Suparlan (PNS di lingkungan Pemerintah Kota Kediri). Padahal, kepada KPUD yang bersangkutan mengaku, tidak pernah memberikan dukungan berupa KTP (Kartu Tanda Penduduk) itu.

”Termasuk pak Budi Siswantoro masuk dalam dukungan. Nah, yang memasukkan itu siapa? Lawong dia jelas PNS. Dan dia tidak tahu, kenapa namanya bisa dicatut dalam dukungan calon perseorangan,” kata Masrukin.

Apakah tindakan pencatutan tersebut bisa berujung pidana? Masrukin menjawab bisa, asalkan yang bersangkutan berseia melapor. Jika namanya atau tanda tangannya dicatut oleh calon, yang bersangkutan bisa melapor kepada Pantia Pengawas Pemilihan (Panwaslu). Kemudian laporannya tersebut dapat diteruskan ke Gakumdu Penegakan Hukum Terpadu)

Bursa pencalonan Walikota-Wakil Walikota Kediri dari jalur independen diisi oleh dua pasangan calon. Mereka, seorang pengusaha mebel Kasiadi dengan wakil Budi Raharjo AL dan Imam Subawi bersama wakilnya Suparlan. Proses verifikasi dukungan mereka saat ini tengah berlangsung di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Selama proses tersebut, para calon masih bisa menambah dukungannya sesuai syarat dukungan minimal 13.074 suara.(r3/r4/r7)