Razia Trafficking Berbuah Ricuh

Tidak ada komentar 321 views

Surabaya, (DOC) – kurang lebih 300 personil aparat gabungan TNI dan Satpol PP melakukan razia disejumlah kawasan RHU hingga lokalisasi Putat Jaya(gang dolly), yang diduga sebagai tempat transaksi prostitusi emigran gelap serta praktek trafficking.
Dalam razia yang digelar Sabtu (12/01/2013) malam, para petugas gabungan tersebut, juga memeriksa kartu tanda penduduk(KTP), para pengunjung RHU, M-One Super Club yang terletak di Puncak Indah Lontar (PTC, City Walk) Surabaya Barat.
Saat razia dilakukan, para pengunjung yang tengah menikmati minuman keras hingga mabuk tersebut, sempat tidak menggubris petugas yang meminta KTP para pengunjung.”Bikin orang drop aja, saya ini orang indonesa” teriak salah satu pengunjung M-One Super Club dari kejauhan, saat petugas me-razia KTP.
Akibat kesulitan, petugas gabungan akhirnya menunggu M-One Super Club tutup, Minggu(13/01/2013) pagi dini hari. Hasilnya sekitar 20 orang dimintai keterangan, karena tidak membawa KTP.

Dalam kesempatan tersebut, seorang ber-rambut gondrong yang mengaku sebagai pengelola RHU, M-One Super Club, sempat memaki kepala Satpol PP, Irvan Widiyanto. “Kenapa tempat saya yang di razia, sudah dua kali di razia, tempat mana saja yang sudah digrebek,” kata pengelola club tersebut.

Pengelola yang diduga mengkomsumsi alkohol itu, juga berani mendorong Kasatpol PP dan mengancam akan menuntut di pengadilan. “Kita ketemu di pengadilan, akan saya laporkan ke Komnas Ham,” cetus pengelola M-One Super Club.

Ketika suasana tengah memanas, salah satu pengunjung sempat diamankan oleh Petugas TNI, karena dianggap meremehkan petugas. “Masak ngusir petugas-petugas kaya gini aja ngak bisa, nggak tahu bapak saya berpangkat bintang ya,” ujarnya pengunjung muda, dengan nada lantang, di depan Kasgartap Brigjen (Mar) I Wayan Mendra, yang turut razia gabungan tersebut.
Sebanyak 3 orang pengunjung M-One Super Club yang dianggap melecehkan petugas di amankan ke kantor garnisun guna diperiksa lebih lanjut. Sementara pengunjung lainnya, yang tidak bisa menunjukkan KTP, diperiksa di kantor Satpol PP Surabaya.

“Sebenarnya razia ini juga fokus terhadap operasi TNI yang melarang anggotanya, untuk mengunjungi tempat seperti ini,” jelas Kasgartap Brigjen (Mar) I Wayan Mendra.
Menanggapi protes saat razia, Kasatpol PP, Irvan Widiyanto mengatakan pemeriksaan ini telah sesuai prosedur yaitu Perda 6 tahun 2011, tentang perlindungan anak, untuk mendata dan menutup. “Razia ini sesuai dengan Perda. Untuk ketegangan tadi, mungkin pemilik sudah dipengaruhi alkohol,” kata dia, di kantornya, Minggu (13/01/2013).

Data Satpol PP untuk hasil razia secara keseluruhan di beberapa tempat hiburan malam dan lokalisasi, sekitar 200 orang yang diamankan karena tanpa membawa identitas dan masih dibawah umur. (R7)