Rebutan KBS, Dewan Minta Satwa Jangan di Korbankan

Tidak ada komentar 201 views

Surabaya,(DOC) – Setelah Michael si singa jantan asal Afrika mati, kini anak Kambing Gunung koleksi Kebun Binatang Surabaya (KBS) mati disangkar peraganya. Mendengar hal ini, kalangan legeslatif semakin yakin bahwa keberadaan satwa yang mati memang sengaja di bunuh sebagai akibat belum tuntasnya perebutan pengelolaan KBS.

Berdasarkan laporan keeper KBS, Selasa (14/1/14) sore kemarin, ditemukan satwa jenis Kambing Gunung koleksi Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) KBS telah mati di sangkarnya. Namun setelah di lakukan otopsi oleh Tim kesehatan satwa KBS, Rabu (15/1/14) menemukan penyebab kematian anak Kambing Gunung ternyata ditemukan luka memar pada bagian leher dekat kepala.

“Hasil otopsi, ditemukan memar memerah pada bagian leher dekat kepala. Dugaan kami, itu yang menjadi penyebab kematian, Itu kemungkinan besar akibat di tanduk Kambing Gunung dewasa kelompoknya, dengan demikian sisa koleksi anakan Kambing Gunung asal Afrika saat ini tinggal 16 ekor,” terang Direktur Operasional KBS, drh Liang Kaspe, Rabu (15/1/2014).

Kembali mendengar kabar bahwa telah mati Kambing Gunung satwa koleksi Kebun binatang Surabaya, semakin memicu pertanyaan bagi kalangan legelatif Surabaya yang membenarkan adanya perebutan pengelolaan KBS dengan mengorbankan satwa.

Ketua DPRD Surabaya M Mahmud menyatakan bahwa dirinya sangat yakin jika 3 satwa koleksi KBS yang mati dalam waktu bersamaan memang sengaja dibunuh.

“Indikasinya sangat mencolok yaitu matinya seekor singa bernama micheal minggu lalu, lehernya terlilit kawat kaku dan tergantung layaknya manusia yang gantung diri, dan kini giliran kambing gunung yang mati dikandanganya,” jelas M Mahmud.(spn/r7)