Rebutan Nasabah Dengan Bunga Deposito Tinggi

Tidak ada komentar 147 views
Jakarta,(DOC) – Ketatnya likuiditas atau arus dana dialami per-Bank-an Indonesia saat ini, membuat perbankan berebut nasabah dengan menawarkan bunga deposito besar, bahkan hingga 11%. Ini semua terjadi, karena ekonomi dalam negeri memang didesain untuk diperlambat tahun ini. Untuk membenahi struktural ekonomi yang tidak sehat, terutama karena terlalu banyaknya impor dan menekan defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD). Tingginya CAD membuat rupiah tertekan terhadap dolar AS, karena permintaan dolar untuk impor tinggi.

Ekonom senior BNI Ryan Kiryanto mengatakan, saat ini rasio kredit terhadap simpanan bank (loan to deposit ratio/LDR) sudah tinggi, yaitu 91,19%. Sementara Bank Indonesia (BI) ingin maksimal tingkat LDR bankadalah 92%.

“Makanya bank dipanggil OJK (Otoritas Jasa Keuangan) agar tidak jor-joran mencari dana publik melalui bunga. Ini menghantam NIM (net interest margin) atau margin bunga bersih,” ujar Ryan dalam acara seminar Bisnis Indonesia di Hotel Sahid, Jakarta, Rabu (24/9/2014) kemarin.

NIM bank turun di 2014 Juni menjadi 4,2%, dari sebelumnya 5,46%. Kondisi likuiditas yang ketat ini menyebabkan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) bank naik dari 1,78% menjadi 2,24% di Juli 2014. Ini karena kemampuan membayar debitur terganggu.

“Karena OJK dan BI melakukan kebijakan ekonomi ketat. Yang penting stabil dulu, urusan pertumbuhan ekonomi menyusul,” lanjut Ryan.

Belum lagi, BI juga menahan tingkat suku bunga acuan yaitu BI Rate sebesar 7,5% untuk memperlambat ekonomi. BI khawatir, bila ekonomi tidak diperlambat, maka CAD bisa tembus 5%. Belum cukup sampai di situ, BI juga memperketat kredit properti dengan aturan batas minimaluang muka.(mb/r7)