Rehabilitasi Sekolah Asal-Asalan

 Featured, Kesra

Ilustrasi bangunan sekolah rusak.

Surabaya, (DOC) – Lambannya proses rehabilitasi sekolah di Surabaya, disoal Komisi C DPRD Surabaya. Padahal untuk rehab 68 sekolah itu, sudah dianggarkan sebesar Rp 131 miliar, namun pelaksanaannya tak sesuai target.

Dari hasil sidak komisi itu, rehabilitasi sekolah itu asal-asalan. Sementara dengan anggaran tersebut, waktu penyelesaian yang tersisa hanya kurang satu bulan saja. “Ini harus jadi catatan oleh kontraktor,” kata Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Simon Lekatompessy.

Menurut dia, masih banyak pembangunan yang tak layak dan tak sesuai ketentuan. Ada bangunan yang terlihat doyong alias miring. Yang jelas, hal itu akan berdampak hukum atas penyelesaiannya. Dari hasil itu, pemkot dituding tak serius, karena pemkot dalam melakukan pembangunan memiliki konsultan pengawas. Artinya, konsultan yang digunakan tak berguna sama sekali.

“Pemkot terlalu pasrah dan percaya pada kontraktor dan konsultan pengawas sehingga tak bisa memerdayakannya dengan baik. Hasil pengamatan kami di lapangan sampai saat ini sebagaian besar sekolah yang direhab progres pembangunannya rata-rata masih di bawah 50 persen, bahkan ada yang hanya 40 persen saja,” terang legislator dari Partai Damai Sejahtera (PDS) tersebut.

Ketua Komisi C DPRD Surabaya Sachiroel Alim menambahkan, prediksi Komisi C bisa dilihat dari hasil sidak di SMPN 50 di kawasan Sukomanunggal. Pembangunan gedung SMPN 50 yang merupakan gedung eks SDN Sukomanunggal I, II dan III itu progres pembangunannya baru sekitar 46 persen.

Pembangunan gedung SMPN 50 itu, katanya, dibangun dengan APBD kota sekitar Rp 4,2 miliar. Pelaksanaan pembangunannya dimulai sekitar Juni lalu. Targat penyelesaian pembangunannya paling lambat pada 15 Desember mendatang.

Selain pembangunan SMPN 50, kata dia, progres pembangunan gedung SDN Sidotopo Wetan juga demikian. Hasil sementara pelaksanaan pembangunan di SDN itu malah baru sekitar 40 persen saja. Padahal, jangka waktu pelaksanaannya juga bakal berakhir pertengahan Desember mendatang. (k1/r4)