Rekam Jejak Sejarah Soekarno Di Surabaya

 Featured, Lainnya

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama Sukmawati Soekarnoputri.

Surabaya, (DOC) –  The Sukarno Center yang bertempat di Tampak Siring, Bali melakukan penelitian dengan merekam jejak sejarah perjalanan perjuangan Bung Karno di Jawa Timur. Langkah ini dilakukan, karena selama ini Pemerintah Indonesia belum memiliki museum tentang Bung Karno.

Melalui The Sukarno Center, masyarakat Indonesia bisa mengetahui jejak sejarah Bung Karno. Bertepatan dengan dinobatkannya The Founding Father sebagai Pahlawan Nasional. Pihak The Sukarno Center menggelar syukuran di Kota Surabaya, Senin (12/11/2012), bertempat di loby Balai Kota Surabaya lantai 2. Hadir dalam acara tersebut forum Raja Sultan Nusantara.

Untuk itu, The Sukarno Center memilih kota Surabaya sebagai tuan rumah tasyukuran pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Bung Karno. Walikota Surabaya, Tri Rismahrini menyampaikan terima kasih, karena telah diberikan kepercayaan sebagai tuan rumah perayaan ini.

Menurutnya kegiatan The Presiden Sukarno Heritage List merupakan sebagai bentuk penghormatan bagi Bung Karno pendiri bangsa Indonesia. Ia mengaku sangat bangga sebagai warga Surabaya sekaligus sebagai walikota Surabaya, karena Bung Karno proses menjadi seorang negarawan bermula dari Surabaya. “Menurut sejarah Bung Karno banyak belajar ke HOS Tjokroaminoto tentang kepemimpinan dan semangat berjuang melawan penjajah,” ujarnya.

Ia mengharapkan melalui The Presiden Heritage List jejak sejarah Bung Karno di Surabaya bisa terekam dengan baik. Risma menyampaikan bahwa keberadaan jejaki sejarah Bung Karno di Surabaya bisa menjadi contoh menumbuhkan semangat penerus bangsa untuk mengharumkan bangsa Indonesia di dunia internasional.

Sementara itu, Presiden The Sukarno Center, Arya Wedakarna mengatakan bahwa seorang pemimpin harus mampu meninggalkan jejak sejarah yang tidak akan dilupakan sampai kapan pun. Soekarno mampu mewujudkan hal itu, banyak jejak fisik yang ditinggalkan Bung Karno dan dikenang sampai sekarang. Tak hanya itu, Bung Karno juga meninggalkan jejak pemikiran yakni Pancasila. “Sebagai seorang pemimpin Negara, harus mampu meninggalkan 2 hal yakni jejak fisik dan pemikiran,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Dewan Pembina The Sukarno Center, Sukmawati Soekarnoputri menyampaikan setiap catatan jejak sejarah jangan dinodai dengan hal-hal yang menyesatkan. Sehingga, akan merusak sejarah itu sendiri. “Jika hal itu, dilakukan, maka dampaknya akan sangat besar. Sebab, generasi bangsa akan menerima informasi yang salah. Jangan sampai para generasi muda lupa akan sejarah bangsa ini,” imbuhnya.

Sebagai tanda terima kasih The Sukarno Center kepada Walikota Surabaya yang telah mendukung langkah The Sukarno Center merekam jejak Soekarno di Surabaya. Tri Rismaharini mendapatkan tanda kebesaran medali kehormatan dan tongkat Dwi Ananta Prabu.

Selain itu, dilakukan penyerahan sertifikat dan medali kehormatan kepada 12 orang yang memelihara bangunan jejak sejarah Presiden Pertama Indonesia. Di Surabaya, yang memperoleh sertifikat tersebut yakni SMAN 2 Surabaya, rumah HOS Tjokroaminoto, serta Kantor Pos Besar Kebon Rojo. (r4)