Remehkan Undangan Partai, Terancam Disanksi

Tidak ada komentar 165 views

Surabaya, (DOC) – PKB Surabaya kecewa berat dengan sikap mbalelo anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) DPRD Surabaya Masduki Toha yang tidak hadir dalam rapat koordinasi (Rakor), terkait pelaksanaan proses pergantian antarwaktu (PAW) Musyafak Rouf yang digelar di RM Nur Pacifik, JUm’at (7/6) lalu. Ketua DPC PKB Surabaya Syamsul Arifin memberikan warning, dan akan bertindak tegas jika kejadian serupa terulang lagi pada rapat-rapat berikutnya.
4 anggota FKB DPRD Surabaya yang tidak menghadiri rakor DPC-FKB adalah, Masduki Toha, Maslan Mansyur dan MUsyrifah. Hanya saja Maslan dan Musyrifah datang pada malam harinya di Kantor DPC PKB Surabaya. Sedangkan Ketua FKB KH Naim Ridwan hadir di Nur Pacifik.
“Ya, kami sangat menyayangkan ketidakhadiran Masduki Toha. Seharusnya dia menghormati undangan partai. Anehnya, kalau ada undangan partai lain sak dek sak nyet (seketika) kok bisa hadir. Karena itu, kalau lebih mementingkan parpol lain, ya lebih baik pindah partai saja,” tegasnya.
Karena itu, lanjut Syamsul, jika dalam rapat-rapat partai atau fraksi berikutnya, Masduki Toha masih mbalelo seperti itu, maka DPC PKB Surabaya akan mengambil tindakan tegas. Mulai dari surat peringatan (SP) hingga pemecatan.
“Kalau dia tak hadir lagi pada rapat-rapat yang digelar partai maupun fraksi, maka aturan itu akan kita berlakukan. Mulai dari pemberian surat peringatan (SP) 1 hingga SP 3. Tapi jika tak diindahkan lagi, ya kita akan memberikan sanksi cukup berat, yakni di PAW,” tegasnya.
Dalam PAW ini, dikatakan Syamsul, sikap partai cukup jelas, yakni menindaklanjuti surat Gubernur Jatim yang dikirim ke Sekretariat DPRD Surabaya dengan mengirim surat PAW per tanggal 3 Juni dan 6 Juni.
Soal peluang Masduki Toha pasca kejadian itu, Syamsul mengaku kian menipis. Apalagi yang bersangkutan sampai saat ini belum melakukan komunikasi dengan partai. Dengan demikian, pilihan tinggal dua orang, yakni Mazlan Mansyur dan Gus Naim.
Syamsul mengatakan semua masih berpeluang asalkan bersedia untuk komitmen terhadap partai. “Sama-sama punya peluang. Sebab saat ini masih dalam tahap seleksi. Bisa juga Mazlan,karena selama ini kalau tatap muka cenderung diam. Tapi belum tahu kalau di belakang,” ungkapnya.
Soal adanya dukungan dari kalangan anggota DPRD Surabaya agar pengganti Musyafak adalah Gus Naim, Syamsul mengatakan belum tentu aspirasi itu diterimanya. “Ya belum tentu. Ya, kita lihat saja nanti, jika proses PAW sudah kelar,”ungkapnya.
Sementara Masduki Toha belum bisa dikonfirmasi, terkait ketidakhadirannya dalam rakor DPC-FKB. (k7/r4)