Rencana Pelantikan DPC PD Surabaya Kisruh

Tidak ada komentar 211 views

Surabaya (DOC) – Rencana pelantikan struktur kepengurus DPC Partai Demokrat Surabaya kisruh. Jadwal pelantikan 14 Oktober mendatang dipastikan tak terlaksana. Ini menjadi masalah tersendiri setelah musyawarah cabang (Muscab) II dilaksanakan 31 Agustus lalu, di Hotel Bumi yang menjadikan Dadik Risdaryanto sebagai ketua DPC terpilih.

Sejumlah sumber di internal Demokrat Surabaya menyebut molornya rencana pelantikan kembali dipicu banyaknya orang titipan yang minta dimasukan dalam struktur. “Sebenarnya penyusunan struktur sudah kelar, dan pelantikan dijadwalkan dilaksanakan 14 Oktober ini. Tapi, lagi-lagi ada orang titipan yang membuat susunan yang sudah final kembali kacau,” kata sumber di internal partai berlambang segitiga mercy tersebut.

Menurut dia, kerangka kepengurusan yang sudah difinalisasi menyebutkan Dadik Risdaryanto sebagai ketua DPC, Rusli Yusuf yang pada periode sebelumnya menjabat bendahara, sempat diplot sebagai wakil untuk periode mendatang. Posisi sekretaris dijabat Junaedi yang juga sekretaris Komisi D DPRD Surabaya, bendahara ditempati Moch Machmud.

“Susunan yang sudah final akhirnya kocar-kacir lagi. Tiba-tiba muncul nama Felix Soetanto (Sekjen DPP Generasi Muda Demokrat Indonesia) tiba-tiba dipasang di posisi wakil ketua,” imbuhnya.

Ini membuat Rusli Yusuf yang juga anggota Komisi B DPRD Surabaya tergeser dari posisi wakil ketua yang akan ditempatinya. Belum jelas posisi apa yang akan ditempati Rusli. Moch Machmud yang juga ketua Komisi B DPRD Surabaya juga dipaksa legowo menjadi orang nomor dua di kursi bendahara DPC. Bendahara ditempati Ratih Retnowati, sekretaris Komisi A DPRD Surabaya.

“Orang-orang titipan ini yang merusak susunan. Mereka lobi lewat jalur lain. Ada yang dari DPD Partai Demokrat Jatim, bahkan DPP. Sangat memalukan. Ada yang sejak awal tidak ikut berjuang memenangkan Dadik, ujung-ujungnya minta posisi strategis,” timpal sumber lain, yang juga dari internal Demokrat Surabaya.

Di sisi lain, masih menurut sumber, usulan kader DPD Partai Demokrat Jatim tidak dikehendaki pusat. Sehingga ketua umum (Ketum DPP Partai Demokrat Anas Uraningrum enggan menandatangani pelaksanaan pelantikan tersebut.

“Pak Dadik bingung karena pihak DPD Partai Demokrat Jatim yang menitipkan orang yang juga kader untuk menempati salah satu posisi struktur di DPC Partai Demokrat Surabaya. Jika tidak ada titipan-titipan ini, penyusunan struktur harusnya selesai 8 September lalu, sehingga sekarang penyusunan pengurus DPC Partai Demokrat belum kelar,” katanya lagi.

Sementara itu, ketua DPC Partai Demokrat Surabaya terpilih, Dadik Risdaryanto menepis keras molornya jadwal pelantikan karena bongkar pasang susunan struktur. “Tidak benar itu. Memang semula pelantikan dijadwalkan 14 Oktober ini. Tapi molor karena menyesuaikan agenda pak gubernur yang juga ketua DPD Partai Demokrat Jatim. Rencana pelantikan 18 November. Untuk tempatnya, yang cocok sepertinya di Jatim Expo (JX International),” jawab Dadik. (K7/R9)