Reni Astuti Pikirkan Bantuan Komputer Untuk Sekolah Swasta

foto : Reni Astuti

Surabaya,(DOC) – Pengadaan 5 ribu unit komputer dengan anggaran Rp.52 milliar yang dilelang cepat oleh Pemkot Surabaya untuk persiapan Ujian Nasional Berbasis Komputer(UNBK) pada April 2018 mendatang, menjadi sorotan beberapa anggota legeslative di DPRD kota Surabaya.

Reni Astuti anggota komisi D DPRD kota Surabaya, menyatakan, Surabaya sebagai pioneer dan percontohan pelaksanaan UNBK di tingkat nasional memang dibutuhkan perlengkapan yang memadai. Untuk itu perlu adanya pengadaan komputer dimasing-masing sekolah.

Namun yang perlu diperhatikan sekarang ini, lanjut Reni, yaitu soal kejujuran dan prestasi para siswa yang harus bisa lebih bagus lagi dibanding daerah lainnya. Jangan sampai dengan kelengkapan peralatan sekolah yang sudah tercukupi ini disia-siakan. Apalagi hingga terjadi kebocoran soal ujian yang mencoreng dunia pendidikan di Surabaya.

“Jadi semboyan ‘Jujur Oke dan Prestasi Yes’ harus ditanamkan ke para siswa. Prestasi bagus tapi karena dapat bocoran soal dan saling mencotek, ini tidak bagus,” ungkap Reni Astuti, Rabu(14/3/2018).

Menurut dia, hasil ujian nasional (Unas) memang bukan indikator kelulusan siswa, namun sangat penting dalam mengukur kwalitas proses belajar mengajar sebagai bahan evaluasi. Bagi siswa SD dan SMP hasil Unas yang baik, juga sangat penting untuk menentukan jenjang sekolah negeri berikutnya.

Ia menjelaskan, indikator kwalitas pendidikan yang baik bukan hanya dilihat dari prestasi siswa dan nilai Unas nya saja, melainkan tingkat kestressan anak juga.

“Jangan dijadikan alasan kalau sarananya lengkap siswa akan berprestasi. Sebenarnya prestasi itu bukan hanya nilai Unas saja, tapi juga harus diperhatikan proses belajar nya. Percuma saja kalau nilai bagus tapi di sekolahan siswa stress. Hal ini harus menjadi bahan evaluasi. Indikator pendidikan berhasil itu, siswanya berprestasi dengan hasil UN bagus dan anaknya menjadi baik,” paparnya.

Politisi PKS ini berencana akan melakukan komunikasi dengan Dinas Pendidikan kota Surabaya untuk membantu sekolah-sekolah swasta dalam melaksanakan UNBK dengan memberikan bantuan komputer. Mengingat support anggaran pendidikan dari APBD sangat berlebih.

“Komputer itu sifatnya pinjam pakai saat pelaksanaan UNBK saja di sekolah – sekolah swasta. Karena pengadaan komputer yang sekarang, hanya untuk sekolah negeri. Saya akan komunikasikan dengan Dinas Pendidikan yang punya tugas mengayomi,” katanya.

Bantuan komputer ke sekolah swasta itu, lanjut Reni, untuk sementara sifatnya pinjam dan masih belum bisa dihibahkan karena menyangkut persyaratan administrasi dan aturan hukum yang berlaku. Kedepan pihaknya akan memikirkan pola cepat hibah barang dan peralatan sekolah seperti komputer.

“Kalau hibah barang bisa menjadi asset untuk proses belajar sehari-hari. Ini sangat berarti bagi siswa kurang mampu yang tidak terbebani lagi. Sekarang bantuan komputer cuma untuk sekolah negeri saja, padahal di Surabaya terdapat 42.250 siswa SMP negeri – swasta yang mengikuti UNBK dan belum diketahui bagaimana peralatannya,” pungkas Reni.(rob/r7)