Renovasi 20 Ribu Unit RLTH di Jatim Ditargetkan Selesai 2013

Surabaya(DOC)-Sejak tahun 2009-2012, Pemprov Jatim bersama Kodam V/Brawijaya telah berjkasil merenovasi sekitar 60 ribu unit rumah tidak layak huni (RLTH). Tahun 2013 ini, Pemprov menargetkan penambahn renovasi sebanyak 20 ribu unit.
Menurut Sekdaprov Jatim Dr Rasiyo, jumlah RTLH di Jatim secara keseluruhan mencapai 324 ribu unit tersebar di seluruh 38 kabupaten /kota.” Yang telah dibantu baru sebanyak 60 ribu dan tahun depan ditambah lagi 20 ribu. Semuanya dilakukan secara bertahap,” ujarnya.
Sejak dimulai pada 2009, pemprov telah mengalokasikan dana Rp 100 miliar untuk merenovasi 20 ribu unit RTLH. Saat itu sasarannya adalah rumah yang berada di Jember, Sampang, Pamekasan, Bondowoso, Pacitan, Probolinggo, Situbondo, Sumenep, Bangkalan, Trenggalek, Ponorogo, Madiun, Magetan, Ngawi, Tuban, Bojonegoro, Jombang, Pasuruan, Lumajang, dan Banyuwangi.
Di 2010, total dana yang dikeluarkan sebanyak Rp 75 miliar untuk renovasi 15 ribu unit RTLH. Saat itu kab/kota yang menjadi sasaran yakni Tulungagung, Blitar, Kediri, Malang, Sidoarjo, Mojokerto, Nganjuk, Lamongan, Gresik, Kota Madiun, Pacitan, Ponorogo, Madiun, Magetan, Ngawi, Trenggalek, Tuban, Bojonegoro, Bondowoso, dan Situbondo.
Memasuki tahun 2011 jumlah dana yang dikeluarkan sama seperti 2010, yakni sebanyak Rp 75 miliar untuk renovasi 15 ribu unit RTLH. Adapun RTLH sasaran yang menjadi perhatian saat itu, yakni Sumenep, Pamekasan, Sampang, Bangkalan, Situbondo, Malang, Blitar, Probolinggo, Pasuruan, Banyuwangi, Jember, Bondowoso, Pacitan, Lumajang, Madiun, Magetan, Bojonegoro, Tuban, dan Gresik.
Sedangkan tahun ini, anggaran yang disediakan lebih sedikit, yakni Rp 50 miliar unutk renovasi 10 ribu RTLH. Untuk sasaran tahun ini, yakni Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, Nganjuk, Jombang, Sumenep, Mojokerto, dan Kab/Kota Pasuruan.
Sebelumnya, Gubernur Jatim Dr Soekarwo menargetkan, 100 ribu renovasi RTLH di Jatim dipastikan dapat selesai akhir 2013. Namun, jika ternyata tidak memenuhi target itu maka pembangunan tetap dilaksanakan hingga 2014 mendatang.“Masyarakat kita, masih banyak yang menempati rumah tidak layak huni, karena itu, negara harus hadir, untuk memberikan solusi. Maka tidak boleh, jika ada dana APBN maupun APBD yang tidak diperuntukkan bagi rakyat. Karena rakyat kita masih banyak kekurangan, “ ungkapnya.
Dengan keberhasilan pembangunan RTLH ini, lanjut dia, dapat memberikan motivasi kepada pemerintah Kabupaten/Kota untuk meningkatkan koordinasi dalam penyediaan rumah yang layak. Karena dengan adanya koordinasi yang baik dengan segala pihak, target pembangunan RTLH akan cepat terealisasi.
Dari 324 ribu RTLH di Jatim, pemprov hanya menargetkan renovasi sebanyak 1/3 nya saja atau sekitar 100 ribu RTLH. Sementara sisanya akan menjadi tanggungjawab pemerintah daerah masing-masing dibantu dana dari pusat.
Untuk pengerjaannya dilaksanakan melalui Operasi Bhakti TNI yang melibatkan personel Kodim-Kodim wilayah Kodam V/Brawijaya beserta jajarannya, dengan dibantu warga masyarakat. Sementara, sasarannya diprioritaskan pada perbaikan rumah penduduk yang dipandang tidak layak huni, masyarakat yang kurang mampu pada daerah-daerah miskin, pedesaan dan perkotaan maupun daerah kumuh, berdasarkan data dan fakta di lapangan, yang telah disurvei secara terpadu oleh Bappeprov, Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi, Bappekab, BPMP Provinsi serta Pemkab/Pemkot setempat. (r-12/R9)