Revitalisasi Pasar Keputran Lebih Modern

Tidak ada komentar 199 views

Surabaya,(DOC) – Pemkot Surabaya nampaknya mulai serius membenahi kesemrawutan yang terjadi di Pasar Keputran. Sekitar tahun 2014, langkah revitalisasi pasar legendaris tersebut akan dilakukan oleh Pemertintah Kota . Walikota Surabaya Tri Rismarini, saat menghadiri Sidang Paripurna DPRD surabaya, Jumat (23/8) mengatakan, rencananya pihaknya kan membangun pasar tradisional tersebut bertingkat, yang dilengkapi dengan area parkir di dalamnya . Untuk merealisasikan proyek pembangunan Pasar itu, Dinas Cipta Karya saat ini masih mendesainnya.

“Nanti akan kita bangun bertingkat, dan ada parkirnya” ujarnya

Risma mengakui, di lantai atas bangunan pasar tradisional tersebut digunakan sebagai tempat tinggal para pedagang. Dalam revitalisasi nantinya, pihaknya akan menghidupkan lantai dua tersebut.

“Lantai dua akan kita hidupkan, sehingga connect antara yang timur dan barat” terangnya.

Namun demikian, sebelum pembangunan dilaksanakan, Pemerintah Kota Surabaya terlebih dahulu akan merelokasi para pedagang yang selam ini menempati pasar Tradisional. Walikota mengaku telah mendata jumlah warganya yang akan direlokasi tersebut.

“Sudah saya data, nanti kalau rusn di romokalisasri jadi, kita pindah mereka” tegas mantan Kepala Bappeko

Walikota berharap semua pedagang yang selama ini masih berdagang di luar area pasar bisa masuk kembali ke dalam. Pasalnya, akibat melubernya para pedagang di sekitar ruas Pasar Keputran arus lalu lintas yang datang dari Jl. Kayoon dan Jl. Dinoyo terganggu. Bahkan, tak jarang para pengendara memilih menghindari ruas jalan sekitar Pasar keputran, karena sekitar kawasan itu dipenuhi para pedagang. Sebelumnya keruwetan di Pasar Keputran yang berlarut-larut akibat melubernya pedagang ke ruas jalan mendapat tanggapan kalangan dewan. Ketua DPRD Surabaya, M. Mahmud, selasa (20/8/2013) meminta Satpol PP bertindak tegas terhadap para pedagang yang melanggar aturan. Menurutnya, sesuai Undang-Undang Lalu Lintas No. 22 tahun 2009 fungsi jalan harus digunakan sebagaimana mestinya.

“Jalan ya untuk jalan, gak boleh jalan untuk jualan” tegasnya

Mahmud menengarai, pemerintah kota selain terkesan membiarkan, bahkan melindungi para pedagang berjualan di sekitar ruas jalan Pasar Keputran. Ini terlihat dari beberapa akses jalan, mulai dari Jl. Kayoon menuju arah Pasar , serta Jalan Uripsumoharjo yang juga mengarah ke Pasar Tradisional legendaris itu ditutup Mobil satpol PP. Sementara, didalamnya para pedagang bebas menggunakan akses jalan untuk berjualan. Penasehat Fraksi Partai Demokrat ini menegakan, jika tidak mampu menertibkan Satpol PP harus berterus terang. Pasalnya, akses jalan sekitar Pasar pembangunannnya juga menggunakan APBD.

“Jika tidak mampu ngomong, saya tidak mampu bebaskan. Jalan untuk dinikmati pengguna, tapi faktanya dipakai pedagang. Jika yang lain tak diizinkan, kenapa di situ (Keputran) diizinkan” tanyanya
Mahmud menegaskan, jika terjadi pelanggaran terhadap undang-undang dan perda tugas satpol PP untuk menertibkannya.

“Gak usah pakai peringatan, karena Satpol PP tugasnya tegakkan Perda. Jika tdiak bisa kita cari Hansip saja” sindir Mantan Ketua Komisi B. (k4/r7)