Risma Bantah Kecolongan Kegiatan Bagi Ice Cream Gratis

Tidak ada komentar 116 views

Surabaya,(DOC) – Perbaikan median taman di sekitar kawasan Taman Bungkul terkait insiden pembagian ice cream gratis terus dilakukan pemkot Surabaya. Sekitar 100 personil dibantu alat berat dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya (DKP) turut diterjunkan.
Penataan median taman disekitar yang menjadi kawasan Green Zone itu dilakukan sejak pukul setengah enam pagi, Senin (12/5/2014). Proses itu langsung diawasi Tri Rismaharini Walikota Surabaya. Risma bahkan mengenakan stelan baju putih lengan panjang dan celana panjang hitam, dengan sarung tangan karet untuk ikut terjun langsung membenahi tanaman yang rusak.
Risma memprediksi biaya perbaikan tersebut mencapai satu milyar rupiah. Jumlah itu dihitung dari kerusakan tanaman di median sepanjang satu kilometer. Sebab, dalam perawatan tanaman beberapa puluh meter saja, biaya yang dikeluarkan mencapai 200 juta rupiah. ’’Sudah dihitung segitu sama Pak Chalid (Kepala DKP, Red). Persisnya aku gak tau,’’ kata Risma saat ditemui disela—sela perbaikan tanaman yang rusak.
Terkait agenda pembagian ice cream gratis ini ternyata pihak panitia jauh hari telah melayangkan permohonan ijin. Hanya saja, proses perijinan tersebut ditolak oleh Pemkot. Hal itu karena antisipasi yang diprediksi menarik perhatian masa cukup besar.
Awalnya, pihak penyelenggara meminta ijin menggelar agenda bagi ice cream gratis ini dilokasi tengah taman bungkul. Meski demikian, Risma membantah jika pemkot kecolongan dengan agenda tersebut. ’’Malah kalau disitu banyak jatuh korban. Di luar saja seperti ini jadinya, apalagi didalam makanya ditolak,’’ ungkap dia.
Selain itu, di awal perijinan yang diketahui Walikota pihak penyelenggara memastikan pembagian ice cream gratis hanya sebatas 200 buah kemasan. Nyatanya, justru terdapat 30 gerobak yang dapat memuat lebih dari jumlah prediksi awal.
Atas dasar itulah dikatakan Mantan Kepala Bappeko Surabaya ini pihak penyelenggara tidak mengantongi landasan perijinan.’’Sudah dilaporkan tadi ke Polisi,’’ ungkap dia. Sebagaimana diberitakan, rusaknya taman bungkul terjadi dalam agenda pembagian ice cream gratis oleh produsen ice cream Walls pagi kemarin (11/5/2014).
Kegiatan yang digelar di kawasan Car Free Day Taman Bungkul ini mendapat respon diluar prediksi dari warga Kota. Pembagian yang awalnya berjalan lancar mendadak berubah ricuh. Ribuan warga berebut kemasan ice cream gratis sehingga menyebabkan median taman yang berada di kawasan Bungkul rusak parah.
Walikota Surabaya Tri Rismaharini yang mendapat informasi tersebut marah bukan kepalang. Risma bahkan mendatangi lokasi dan meminta kegiatan acara dibubarkan. Alasannya selain tidak berijin, agenda tersebut merusak seluruh tanaman di median sepanjang satu kilometer.
Sementara terpisah, Ketua Komisi D DPRD Surabaya Baktiono menduga acara bagi – bagi es krim gratis saat car free day minggu kemarin bukan aksi spontanitas, tapi aksi rekayasa yang sengaja digelar untuk mengalihkan isu penghargaan Socrates Award 2014.
Menurut Baktiono, munculnya aksi spontanitas pengrusakan taman, dipastikan dapat mengubur penghargaan Socrates Award yang tidak pernah di terima oleh Pemkot Surabaya.
Kecurigaan ini, juga dapat dilihat dari kesigapan petugas satpol pp yang berjaga di sekitar taman bungkul, yang tidak pro aktif mengamankan kerumunan masa saat mulai berebut es krim produk unilever ini. bahkan panitia bagi-bagi es krim ini, juga terkesan berani melanggar izin yang tidak pernah dikeluarkan oleh instansi terkait seperti dinas pertamanan dan kebersihan sekaligus pihak kepolisian.
“Penghargaan socrates award yang keliru sangat memukul Walikota Tri Rismaharini, sehingga saya menduga kalo acara bagi-bagi ice cream kemarin(11/5/2014) hanya pengalihan isu saja,”tegas politisi PDIP ini, saat di temui digedung DPRD Surabaya, Senin(12/5/2014).(r7)