Risma Labrak Wartawan

Tidak ada komentar 107 views

Surabaya,(DOC) – Aksi ‘labrak’ Walikota Surabaya Tri Rismaharini bukan hanya di lakukan kepada para pejabat dan staff di Pemkot saja. Tapi juga dilakukan oleh para jurnalis yang kesehaariaannya meliput di Dewan dan Pemkot Surabaya.
Tindakan memalukan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, terjadi sebelum sidang Paripurna DPRD Surabaya berlangsung, Rabu(16/10/2013), kepada salah satu Wartawan Media ternama di Surabaya, berinisial IW, di ruang persidangan DPRD Surabaya.
Dihadapan para pejabat Pemkot, anggota DPRD Surabaya dan sejumlah wartawan, IW dilabrak dan maki-maki oleh Walikota Surabaya, Tri Rismaharini terkait pemberitaannya soal mobil dinas dewan. “Kenapa kamu menulis berita itu, apa gak ada berita lain,” hardik Risma panggilan akrbanya, sambil menudingkan tangannya ke wajah IW.
Bukan hanya memaki, Wali Kota Surabaya juga mengancam akan melaporkan IW ke Pemilik Media yang kini menjabat sebagai Menteri BUMN. “Awas nanti saya laporkan ke Pak Dahlan Iskan,” ancamnya.
Walikota perempuan pertama di Surabaya ini, menganggap dirinya selama ini telah berbaik hati kepada IW, sebagai sumber berita. Bahkan IW selalu mendapatkan kemudahan, jika bertanya soal kebijakannya sebagai wali kota, termasuk masalah kota lain.
Dalam kejadian tersebut, IW berusaha tidak melawan dan hanya mencoba meluruskan isi berita Mobdin yang ditulis pada edisi Selasa,(15/10/2013) kemarin, karena saat itu IW kaget melihat sikap walikota yang langsung memarahinya, setelah masuk ke ruang rapat paripurna DPRD Surabaya. “Bu wali, itu berita komentarnya pak Baktiono (Ketua Komisi D DPRD Surabaya), bukan mengkritisi mobdin pemkot,” jelas IW.
Nampaknya Jawaban IW tidak bisa menenangkan amarah Walikota Surabaya Tri Rismaharini, yang langsung dengan spontan membalasnya. “Apa tidak ada berita yang lain,”bentak Risma.
Usai kejadian Tri Rismaharini tidak lagi bersedia diwawancarai oleh IW. “Saya tidak mau jawab pertanyaanmu,” Jawab wali kota saat diwawancarai oleh IW.
Sikap Walikota ini, sangat membuat IW kecewa dan merasa bersalah.
Mendapati hal itu, Ketua DPRD Surabaya M. Machmud sempat mendatangi wali kota dan IW yang sedang bersitegang. Machmud yang juga mantan wartawan memmorandum ini, berusaha melerai keduanya dengan menjelaskan ke Wali kota terkait fakta dibalik sebuah berita.
Saat itu menurut IW, berita yang dipersoalkan adalah berita soal mobil dinas Pemkot Surabaya yang dikandangkan. “Sementara mobil milik anggota DPRD Surabaya tidak dikandangkan. Jadi mobil anggota dewan bisa digunakan untuk kepentingan pribadi,” jelasnya.
Isi beritanya, IW menambahkan, memuat hasil wawancara dengan Ketua Komisi D DPRD Surabaya Baktiono yang menyatakan bahwa mobil dinas pimpinan DPRD Surabaya-lah yang perlu dikritisi. “Kata Pak Baktiono, mobil dinas pimpinan DPRD dapat bensin dan anggaran jika rusak. Sementara mobil dinas anggota dewan statusnya pinjam pakai. Jadi bensin dan kerusakan ditanggung sendiri” terangnya.
Selain itu, Baktiono juga mengkritisi mobil ketua DPRD Surabaya M. Mahmud diberi ‘gress’ dari Panther menjadi INOVA. “Itu beritanya bukan berita soal wali kota, jadi aneh kenapa wali kota yang emosi,” ujar IW.
Kejadian serupa ini, seringkali terjadi menimpa IW, namun tidak secara langsung. Bahkan menurut IW, Walikota juga berani beberapa kali melakukan intervensi pemberitaan. “Tapi tidak langsung wali kota tapi melalui kepala dinas. Kepala dinas yang bilang kalau marah,” Ungkap IW.
Sementara itu, kabar yang berkembang di lingkungan DPRD Surabaya menyebutkan, bahwa pemicu kemarahan walikota Surabaya ini, kepada salah seorang jurnalis media di Surabaya, adalah bisikan dari Ketua DPRD Surabaya M. Mahmud yang ditulis sebagai objek pemberitaan.
Mantan Wartawan yang bernasib mujur ini, merasa ‘gerah’ dengan kritikan media soal mobil dinasnya yang baru dan mendapat tunjangan BBM dan kerusakan.
Agar ke akrabannya dengan para Jurnalis tidak retak, maka dirinya meminjam tangan walikota Surabaya untuk memarahi IW yang mengkritik mobil dinas Ketua DPRD Surabaya. “Ini wajar kalo Walikota marah. Karena ada provokatro dibaliknya. Bisa jadi si pembisik ini, membalikkan fakta dengan menyudutkan walikota yang sengaja menyuap ketua dewan dengan fasuilitas Mobildinas,” terang sumber yang tidak mau menyebutkan namanya.
Memang akhir-akhir ini, Walikota Surabaya nampak akrab dengan Ketua DPRD Surabaya, karena sesuatu hal. Sumber tersebut menyebutkan, bahwa ada simbiosis mutualismeterhadap walikota dan ketua dewan. “Ketua Dewan ingin bersih dan bisa mencalonkan lagi, sementara walikota tidak ingin proses pergantiaan wawali bisa dihambat. Jadi klopkan”. Terangnya.(r7)