Risma Pastikan Proyek AMC Dibiayai APBN

Tidak ada komentar 175 views

Surabaya,(DOC) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya agak sedikit lega setelah mendapat kepastian, proyek angkutan massal cepat (AMC) sepenuhnya akan dibiayai oleh pemerintah pusat melalui anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Rencananya, proyek tersebut akan dikerjakan oleh Kementrian Perhubungan (Kemenhub).

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengatakan, kepastian bahwa proyek yang menelan anggaran sebesar Rp8,8 triliun dibiayai APBN setelah sebelumnya dia bertemu dengan Menteri Perencanaan Pembangunan/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Armida S Alisjahbana beberapa hari lalu. Menurut Risma, panggilan Tri Rismaharini, Armida sangat setuju dengan proyek AMC ini dan pemerintah pusat siap untuk membiayai sepenuhnya. “Memang yang mengerjakan proyek ini Kemenhub. Tapi Kemenhub tidak ingin, proyek ini menggunakan anggaran mereka. Kemenhub minta agar ada dana tambahan untuk proyek ini (AMC). Dan saya kira memang harusnya seperti itu, jangan sampai menggunakan anggaran Kemenhub,” terangnya,Selasa(18/3/2014) kemarin.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya, Agus Imam Sonhaji, pada awalnya dana proyek ini diserahkan sepenuhnya ke investor. Tapi, jika proyek ini ditanggung oleh investor, maka masyarakat akan
dibebani tiket sebesar Rp30.000 untuk sekali jalan. Padahal, harga tiket paling mahal diperkirakan sekitar Rp10.000. Akhirnya, Pemkot harus mensubsidi sebesar Rp20.000 per penumpang. Tapi, nilai subsidi
ini tergolong tinggi dan akan menguras anggaran pemerintah daerah. “Maka solusinya, harus ada bantuan anggaran dari pemerintah pusat. Paling tidak separuhnya. Sehingga, harga tiket bisa Rp15.000. Jika
Rp15.000, maka Pemkot tinggal mensubsidi Rp5.000 per sekali jalan per
penumpang,” terangnya.

Agus menargetkan, pada akhir tahun ini sudah ada pemenang tender dari
proyek ini. Pihaknya sendiri masih belum memastikan, apakah tender tersebut langsung satu paket ataukah terpisah untuk masih-masing bidang paket pekerjaan. Untuk investor, dia mengaku sudah ada beberapa
perusahaan yang tertarik. Sayangnya, dia enggan membeber perusahaan yang berencana menggarap proyek tersebut. “Untuk IMB (Ijin Mendirikan Bangunan) sejauh ini belum ada. Ini karena belum ada pemenang lelang. Nanti kalau sudah ada pemenang lelang, maka pemenang itu yang akan mengurus IMB, tentunya kami juga akan membantu pengurusannya,” paparnya.(lq/r7)