RKK PDAM Swa Sembada Tahun 2013 Rentan Manipulasi

Tidak ada komentar 420 views

Surabaya,(DOC) – Rekonsiliasi Retribusi Kebersihan (RRK) yang selama ini pembayarannya dititipkan ke PDAM Surya Sembada Kota Surabaya, nampaknya perlu diaudit. Bagaimana tidak, data RKK sejak Januari – Mei 2013 lalu, ternyata dibuat dan diperiksa oleh orang yang sama di internal PDAM.
Padahal data itu menyangkut besaran nilai rupiah yang diterima PDAM atas fee pembayaran titipan retribusi sampah.
Perbulannya, data itu ditandatangani oleh empat pejabat di PDAM, yaitu Direktur Keuangan,Manager Senior Kelola Keuangan, Manager Anggaran dan Kas serta Manager Rekening dan Penagihan.
Dari data RRK itu diketahui sejak Januari, Pebruari, Maret, April, Mei 2013 dibuat oleh Plh Manager Anggaran dan Kas, Widya Soerjandari SE dan Manager Rekening serta Penagihan, Drs Sutiadji. Anehnya yang meneliti data RRK itu yaitu orang yang sama yaitu Manager Senior Kelola Keuangan, Widya Soerjandari SE.
Laporan data RKK perbulannya itu diketahui oleh Pjs Direktur Keuangan Drs Boy Kresnanto.

Terurai dalam data tersebut di bulan Februari dan Maret, pembuat RRK itu Plh Manager Anggaran dan Kas Widya Soerjandari dan Plt Manager Rekening dan Penagihan Sayid M Iqbal Allatas S.Kom, diteliti oleh Widya Soerjandari dari Pjs Direktur Keuangan Drs Boy Kresnanto. Sedangan untuk bulan April dan Mei, ada pergantian pejabat karena ada yang sudah didefinitifkan, yakni Manager Rekening dan Penagihan Bambang Dwi T dan Direktur Keuangan Drs Ec Loekman Hakim.
Humas PDAM Kota Surabaya Sayid M Iqbal Alattas mengakui jika Widya Soerjandari merangkap jabatan Plh Manager Anggaran dan Kas, saat Widya diangkat menjadi Manager Senior Kelola Keuangan. “Jabatan itu sejak Desember 2012, Januari sampai Juni 2013, setelah Juli 2013 sudah ada yang definitive,” tandasnya, Kamis(9/1/2014).

Ia juga menegaskan, jika yang tanda tangan tak hanya Widya Soerjandari, tapi ada pejabat lain yang mengetahuinya yaitu Direktur Keuangan PDAM kota Surabaya. “Hal itu sah-sah saja”, kata Iqbal.
Iqbal juga mengelak, jika data RKK tersebut sangat rentan manipulasi. Menurut Iqbal, kalau sudah ada yang mengetahui dari direksi maka hal itu tidak menjadi masalah. “Saat pembuatan RRK itu, bisa saja manager anggaran dan kas sedang sakit,”jelasnya.
Namun Ia tak bisa menjawab, saat ditanya data RKK PDAM di bulan Desember 2013, yang disusun dan diteliti oleh orang yang sama muncul kembali.(co/r7)