RSBI Harus Eksis,Walikota dan Dewan Sepakat

Tidak ada komentar 117 views

Surabaya, (DOC) – Keputusan Mahkamah Konstitusi(MK) soal pembubaran Rintisan Sekolah Bertaraf International(RSBI), nampaknya tidak berlaku bagi kota Surabaya.
Walikota Tri Rismaharini menegaskan, akan tetap mempertahankan RSBI yang kini sudah banyak digelar oleh pemerintah kota Surabaya di sekolah negeri yang ada, setingkat SMP, SMA dan SMK atau kejuruan. “Berbeda dengan daerah lain, RSBI yang diselenggarakan oleh Pemkot Surabaya, tidak ada perbedaan strata, termasuk soal biaya sekolah, yang secara keseluruhan di tanggung oleh APBD tanpa membebani walimurid. Jadi khusus Surabaya, RSBI tetap ada,” Ujar Walikota perempuan pertama ini, saat ditanya soal keputusan MK, di gedung dewan, Rabu(9/01/2013) siang.
Menurut Tri Rismaharini, materi pelajaran sekolah RSBI di kota Pahlawan ini, juga sangat berbeda yang tidak hanya mengajarkan soal bahasa Inggris saja. Melainkan lebih ke pembentukan pola pikir siswa agar lebih faham soal problem yang kini terjadi. “Bukan seperti tudingan MK, bahwa RSBI hanya memberi bekal siswa, mahir berbahasa Inggris saja. Di Surabaya, materinya sangat berbeda, lebih pada pembentukan prilaku dan pola berfikir siswa saat berada ditengah masyarakat, saat dijalan maupun saat study ke luar negeri. Kita beri mereka bekal materi berlalu lintas hingga masalah lingkungan,” Jelas Risma, panggilan akrabnya.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Baktiono yang tidak menginginkan sekolah RSBI dibubarkan.”RSBI harus tetap eksis, karena di Surabaya ini, tidak ada perbedaan antara sekolah RSBI atau yang reguler, kesemuanya dibiayai pemerintah. Bahkan di tahun 2013 ini, anggaran di APBD telah disiapkan sekolah gratis untuk SD,SMP,SMA, melalui program belajar 12 tahun.”Ungkap kader PDIP Surabaya ini.
Sementara itu, data Dinas Pendidikan Kota Surabaya, terdapat 17 sekolah RSBI yang telah berjalan selama 10 tahun lebih. Rinciannya 3 Sekolah RSBI untuk SMP, yaitu SMP Negeri 1, SMP Negeri 6, dan SMP Negeri 26. Kemudian 8 sekolah RSBI setingkat SMA yaitu SMA Negeri 5, SMA Negeri 2, SMA Negeri 15, SMA Negeri 1, SMA Negeri 21, SMA Negeri 13, SMA Negeri 19, dan SMA Negeri 20. Sedang 6 sekolah RSBI sisanya, untuk tingkat SMK atau kejuruan yaitu di SMKN 1, SMKN 5, SMKN 6, SMKN 8, SMKN 10, dan SMKN 11.
“Proses belajar mengajar di sekolah RSBI ini akan berjalan seperti biasa dan label RSBI tetap dipasang.”Ungkap Kepala Dinas Pendidikan Surabaya, Ikhsan
Ia juga membenarkan, bahwa tidak ada pungutan biaya yang dikenakan pihak sekolah RSBI kepada para Wali Murid untuk menunjang kegiatan belajar mengajar, karena kesemuanya sudah dicover oleh pemerintah.”Saya pilih menunggu keputusan pemerintah selanjutnya, soal pembubaran sekolah RSBI di Surabaya,”cetusnya.(R7)