RSUD Dr. Soetomo Terima Pasien Bayi Kembar Dempet Dada dan Perut

Foto : Bayi Kembar dempat dada dan perut dirawat di ruang NICU RSUD Dr. Soetomo Surabaya

Surabaya,(DOC) – RSUD Dr. Soetomo kembali menerima pasien bayi kembar siam yang lahir dengan dada dan perut dempet, Kamis(12/4/2018).

Bayi kembar dari pasangan Khoirul Bariyah dan Timuzin Novianto, warga Sidomulyo, desa Keongan, Babat Lamongan Jatim itu, langsung mendapat perawatan intensif dengan alat bantu pernafasan oksigen di ruang NICU RSUD Dr. Soetomo yang terletak di gedung bedah pusat terpadu.

“Belum punya nama, baru rencana namanya Anindiya dan Anindita,” ungkap Timuzin Novianto, ayah bayi kembar tersebut.

Menurut Timuzin, kelainan putri kembarnya ini, sudah diketahui sejak di dalam kandungan di usia delapan bulan. Saat itu kelainannya belum bisa diketahui secara pasti sampai lahiran pada tanggal 6 April lalu.

Timuzin menambahkan, ketika menjalani USG dan diketahui bayinya mempunyai kelainan, sejak itu istrinya tak mau kandungannya di USG lagi.

“Usia kandungan 8 bulan di USG dan diketahui mengalami kelainan. Dari situ istri saya tak mau lagi di USG sampai bayinya lahir dengan kondisi dada dan perutnya dempet,” katanya.

Bayi kembar siam itu lahir di RS Fatimah, Lamongan dengan berat badan 4200 gram. Sebelum di rujuk ke RSUD Dr. Soetomo, bayi kembar siam ini menjalani perawatan terlebih dahulu di rumah sakit tersebut.

“Di rawat dulu disana, kemudian di rujuk ke Surabaya, karena pihak rumah sakit belum bisa menangani bayi kembar siam,” paparnya.

Tim Dokter bayi kembar siam RSUD Dokter Soetomo Surabaya, dokter Mahendra Tri, mengatakan, kondisi bayi kembar siam memang kurang cukup baik dan harus mendapat penangan intensif secara serius. Bahkan sekarang kedua bayi tersebut mengalami sesak nafas.

 

Langkah yang akan dilakukan, lanjut dia, yaitu melakukan babygram atau foto rontgen pada keseluruhan organ bayi, lalu melakukan konsultasi ke dokter anak, jantung dan anastesi.

“Ada kekhawatiran lain pada kembar siam yang memiliki berat 4,2 kilogram. Apalagi keduanya lahir dalam situasi yang kurang prima sehingga tingkat kebugarannya rendah dan membutuhkan bantuan untuk hidup. Pada bayi pertama dan kedua mengalami sesak dan masih menjadi fokus pemantauan,” tandasnya.

Operasi pemisahan bayi kembar siam dempet dada dan perut ini, masih belum dapat dijalankan, karena tim dokter harus menjalani observasi jantung pada kedua bayi tersebut.

“Apakah bayi ini memiliki satu jantung atau dua jantung. Begitu juga dengan organ tubuh yang depet lainnya,” pungkasnya.(hadi/r7)