Rujak Cingur, Makanan Tradisional Yang Bergizi

Tidak ada komentar 152 views

Surabaya, (DOC) – Bicara tentang makanan khas Surabaya, sebagian besar warga mungkin sepakat rujak cingur lah yang paling ‘Suroboyo’. Selain memiliki cita rasa yang enak, rujak cingur juga mengandung gizi yang seimbang. Atas dasar itulah, Perhimpunan Peminat Gizi Pangan (Pergizi Pangan) Indonesia memberikan penghargaan Peduli Gizi 2013 Kategori Pangan Sepinggan Tradisional.
Penghargaan diserahkan oleh Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia, Prof. Dr. Hardinsyah, MS kepada Wali Kota Surabaya, Ir. Tri Rismaharini, MT di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (26/6). Hardinsyah mengatakan, pihaknya bersama Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang di wilayahnya telah berkembang/dikembangkan pangan sepinggan tradisional. Utamanya yang memiliki keunggulan gizi dalam memenuhi prinsip gizi seimbang, yakni mengandung karbohidrat, lauk pauk serta sayuran dan buah.
Sebelum menetapkan pemenang, tim juri telah melakukan serangkaian proses penilaian sejak Februari 2013. Diawali dengan survei ke lapangan dan studi literatur. Pada fase ini, tim penilai mencermati nama, bahan/komposisi, resep, pengolahan, dan foto penyajian. Penjurian dilanjutkan dengan diskusi bersama narasumber tentang beberapa makanan tradisional yang dinominasikan.
“Dewan penilai telah menetapkan rujak cingur sebagai pangan sepinggan tradisional khas Surabaya yang bila diolah dan disajikan secara baik dan benar dapat melengkapi pemenuhan gizi seimbang, meningkatkan pangan lokal dan ekonomi masyarakat, sehingga layak meraih penghargaan Peduli Gizi 2013,” papar Hardinsyah.
Dia berharap, penghargaan ini dapat turut mempromosikan rujak cingur di skala nasional maupun internasional. Dengan demikian, akan berdampak pada meningkatnya potensi ekonomi di Surabaya.
Sementara Wali Kota Tri Rismaharini menyatakan, Pemerintah Kota Surabaya memang sudah sejak dulu berkomitmen menjadikan rujak cingur sebagai kuliner heritage. Pemkot memandang makanan yang terdiri dari cingur, buah-buahan, sayuran, dan racikan bumbu rujak uleg itu merupakan warisan budaya yang harus dilestarikan. Oleh karenanya, setiap tahun di Surabaya digelar Festival Rujak Uleg yang selalu dibanjiri ribuan orang.
Upaya lain yang ditempuh pemkot yakni dengan mendaftarkan rujak cingur ke UNESCO, organisasi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang membidangi masalah pendidikan, sains, dan budaya. Tujuannya adalah untuk mendapatkan pengakuan bahwa rujak cingur merupakan makanan khas warisan budaya dari Surabaya.
“Penghargaan ini kami dedikasikan bagi masyarakat Surabaya yang telah ikut berpartisipasi menjadikan rujak cingur sebagai makanan khas tradisional Surabaya. Semoga rasa memiliki warga terhadap rujak cingur tidak pernah luntur,” kata Risma -sapaan akrab wali kota- sesaat setelah menerima penghargaan. (r4)