Rumah Doyong Terkena Proyek Box Culvert

Tidak ada komentar 154 views

Surabaya,(DOC) – Kontraktor proyek pengerjaan box culvert disepanjang sungai Banyu Urip, tepatnya mulai Simo sampai Tandes Balongsari, dinilai ceroboh. Menyusul rusaknya 3 rumah di kawasan lokasi proyek hingga hampir ambruk, akibat penggalian tanah di lokasi proyek untuk pemasangan box culvert.

3 rumah milik warga yang kini tidak bisa dihuni tersebut, salah satunya milik Giman, pedagang Bambu, di kelurahan Karang Poh, Balongsari kecamatan Tandes Surabaya.

Kecerobohan kontraktor, konsultan proyek dan pihak pemkot melalui Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Surabaya ini, harus dipertanggungjawabkan dengan memberikan kompensasi ke warga pemilik rumah.

Anggota Komisi C DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri yang berencana menyidak ke lokasi, memperingatkan pihak kontrakator, konsultan dan Dinas PU yang selama ini tidak melakukan analisa struktur tanah disekitar lokasi proyek.

Sehingga setiap pengerjaan proyek box culvert, selalu ada kejadian yang merugikan warga. Bahkan kerusakan rumah warga ini, sudah 2 kali terjadi dilokasi yang sama.

“Apabila dari awal analisa soal kekuatan kontur atau kultur tanah di lokasi proyek yang dihitung secara tehnis, maka pengerjaan proyek akan lebih berhati-hati”,Ujar Syaiffudin saat dihubungi, Jumat,(25/10/2013).

Survei ke lokasi yang akan di lakukan oleh Komisi C DPRD Surabaya, khusus untuk memeriksa kondisi lahan disekitar proyek apakah layak dihuni atau tidak. Jika kondisi lahan tidak memungkinkan di huni maka warga akan di himbau untuk pindah dengan biaya yang harus di tanggung oleh kontraktor pelaksana.

Sementara itu secara terpisah, tiga rumah doyong di lokasi galian box culvert, dari pantauan memang sudah tidak layak huni.
Pasca kejadian itu, kontraktor pelaksana dan PU Bina Marga kota Surabaya, telah meminta penghuni pindah tempat dengan kompensasi bangunan rumah yang rusak itu, akan di bangun kembali seperti semula, setelah proyek box culvert selesai.
Namun masalahnya, biaya pindah rumah untuk kos rumah, tidak ditanggung oleh kontraktor.

Mendengar hal itu, Syaifudin meminta pihak kontraktor dan pemkot, untuk menanggung biaya pindah dan cost lainnya untuk warga yang rumahnya rusak, selain membangunkan rumahnya kembali.

“Ganti rugi ini, memang berbeda dengan ganti rugi pembebasan sebagian lahan milik warga yang telah diterimanya sebelum proyek pemasangan box culvert di kerjakan 3 bulan lalu”, cetus Ketua Fraksi PDIP ini.(r7)