Rumah Sakit BDH Tambah Poli Medik

Tidak ada komentar 282 views

Surabaya,(DOC) – Bazaar, pengobatan gratis dan senam bersama mewarnai acara HUT RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH) yang ke-3, Jumat (23/8/2013) pagi. Senam yang sebagian besar diikuti oleh para lansia itu pun berlangsung meriah. Kegiatan tersebut juga dihadiri Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Ketua DPRD Surabaya M. Machmud.
Sejak diresmikan pada 2010, rumah sakit yang dimiliki Pemkot Surabaya itu banyak mengalami perkembangan signifikan. Dirut RSUD BDH, dr Maya Syahria Saleh M. Kes mengatakan, sebelum 2012 rata-rata pasien rawat jalan dalam satu waktu hanya berkisar 100-an. Sekarang, rata-rata sudah mencapai 400 pasien.
Berdasar data RSUD BDH, sepanjang 2013 sudah ada sekitar 60 ribu orang yang datang untuk berobat. Dari segi fasilitas, penambahan tempat tidur (bed) dari 122 menjadi 200 bed merupakan salah satu upaya guna menyikapi semakin tingginya jumlah pasien. “Semakin lama semakin banyak warga yang memanfaatkan fasilitas kesehatan di rumah sakit ini (RSUD BDH,red). Dari hasil rekapan data, banyak pasien baru pindahan dari rumah sakit lain. Ini menandakan kepercayaan masyarakat terhadap kami semakin tinggi,” ungkap Maya disela-sela acara.
Di sisi lain, mantan Kepala Puskesmas Balongsari ini mengungkapkan, RSUD BDH juga tengah berupaya beralih ke status BLUD (Badan Layanan Umum Daerah). Keunggulan BLUD yakni pengelolaan rumah sakit bisa lebih fleksibel. Misalnya, untuk pengadaan obat bisa lebih cepat. Itu sangat berguna dalam situasi-situasi penting seperti menipisnya stok obat.
Nah, sebelum resmi berstatus BLUD, rumah sakit harus terlebih dulu melewati serangkaian tahapan. Salah satunya verifikasi dan kunjungan oleh tim BLUD. Adapun aspek-aspek yang akan dicermati oleh verifikator meliputi sumber daya manusia, pengelolaan keuangan, perencanaan strategis, dan pelayanan. “Saat ini masih proses. Semoga bisa cepat terrealisasi,” sambungnya.
Sementara, Wali Kota Tri Rismaharini berharap RSUD BDH bisa lebih memberikan manfaat bagi warga, khususnya yang tinggal di wilayah Surabaya barat. Menurut dia, masyarakat tak perlu jauh-jauh mencari tempat berobat agar cepat mendapat penanganan. “Kalau tinggal dekat sini, kenapa harus cari yang jauh? Toh kualitasnya tak jauh beda dengan rumah sakit lain,” katanya.

Tambah Poli Rehabilitasi Medik

Fasilitas kesehatan di RSUD BDH terus bertambah. Bertepatan dengan HUT ke-3, rumah sakit plat merah itu me-launching Poli Pelayanan Rehabilitasi Medik. Poli tersebut berfungsi memberikan pelayanan kesehatan meliputi fisioterapi, okupasi terapi, ortesa prostesa, dan bimbingan mental sosial.
Menurut Dirut RSUD BDH, dr Maya Syahria Saleh M. Kes, Poli Rehabilitasi Medik umumnya menangani pasien-pasien penderita stroke, pemulihan pasca mengalami kecelakaan, dan penyakit-penyakit lain yang menyebabkan organ gerak pasien tidak bisa berfungsi maksimal. Intinya, Poli Rehabilitasi Medik membantu memaksimalkan kemampuan fungsi, meningkatkan aktifitas dan partisipasi pada difabel (orang dengan keterbatasan fungsional).
Lokasi ruang Poli Rehabilitasi Medik terletak di gedung E RSUD BDH. Sejumlah alat terapi nampak tertata rapi dalam ruangan seluas lebih kurang 50 meter persegi itu. Sekilas, beberapa diantaranya terlihat menyerupai alat-alat yang umumnya digunakan untuk latihan beban di tempat fitnes/sarana kebugaran. Ada pula, alat terapi elektronik dan laser. Wali Kota Tri Rismaharini bahkan sempat mencoba alat terapi untuk menguatkan pergelangan dan jemari tangan. “Wah onok bebane, Iki cek tanganku kuat (wah ada bebannya, ini biar tanganku kuat),” celetuk orang nomor satu di Pemkot Surabaya itu. Total ada 40 jenis alat terapi yang siap digunakan.
Tanggapan masyarakat terhadap Poli Rehabilitasi Medik sangat positif. Maya menuturkan, sebelum lebaran, pihaknya sudah melakukan soft opening. Ternyata, banyak pasien yang berminat dan mengantre memanfaatkan fasilitas baru itu. Oleh karenanya, demi pelayanan optimal, RSUD BDH berencana menambah jumlah alat-alat terapi. “Nanti masih ada alat yang mau datang,” pungkas Maya.(R7)