Rusak Poster Capres PDIP, Masa Ngamuk

Tidak ada komentar 144 views

Surabaya,(DOC) – Hari pertama masa Kampanye Pemilu 2014, diwarnai dengan aksi pengroyokan masa. Aksi ini dipicu oleh perbuatan seorang pemuda berinisial AHF, Alumni SMK Negeri 5 Surabaya yang kepergok tengah merobek atribut PDI Perjuangan dan sejumlah Caleg partai lainnya, termasuk foto baliho Capress Joko Widodo.
Pemuda berinisial AHF(20th) yang menjadi korban pengroyokan masa ini,melakukan pengrusakan di sepanjang bantaran Kali Jagir hingga Jalan Kedung Baruk, Surabaya,
Saat itu sejumlah masa dan kader PDI Perjuangan Surabaya, usai memasang atribut, pada Minggu(16/3/2014) pagi dinihari, sempat memergoki aksi AHF warga Deles Gg 2 itu. Seketika, masa langsung menghajarnya hingga babak belur. AHF sempat mendapat pertolongan warga setempat dan kemudian diamankan oleh anggota Satreskrim Polrestabes Surabaya.
Usai kejadian tersebut, salah satu Tokoh PDI Perjuangan Bambang Dwi Hartono(BDH), mendatangi kedua orang tua AHF. Kedatangan Mantan orang nomer satu di Surabaya ini, membuat kedua orang tua AHF terkejut. “Saya ya gak habis pikir dan tidak percaya kok bisa dia melakukan perbuatan itu (perusakan atribut, Red),”kata Usnan, ayah Pelaku kepada BDH.
Usnan yang sempat bertemu AHF saat diamankan oleh warga, juga menceritakan kepada Caleg PDIP Jatim 1, bahwa anaknya berbuat nekat melakukan pengrusakan atribut, karena terpengaruh hipnotis yang dilakukan oleh Erry salah seorang yang menemui AHF di Taman Bungkul.
“Dugaan saya dia kayak kehipnotis. Dia gak kenal Erry. Kenalnya ya pas waktu disapa dan diajak ngobrol soal taman dan lingkungan di Taman Bungkul,” terang Usnan.
Dia mengatakan, putranya lantas diberi sejumlah uang senilai 60 ribu rupiah. Diduga pria tersebut memberi perintah kepada pelaku untuk melakukan pengerusakan. Atas perbuatan anaknya, Usnan pun meminta maaf kepada Bambang DH sekaligus kepada seluruh simpatisan PDI Perjuangan.”Demi Allah anak saya gak pernah terlibat soal politik atau Ormas manapun. Ikut Karang Taruna aja jarang-jarang,” kata dia.
Terpisah, ditemui saat memeriksa kondisi rusaknya atribut di Kawasan Kedung Baruk, Bambang menyesalkan perbuatan itu.”Ini semacam upaya adu domba baik di internal partai maupun dengan partai lain. Saya sangat menyesalkan hal ini,” kata Bambang.(r7)