Rusunawa Akan Diprioritaskan Warga Korban Penggusuran Bantaran Sungai

Surabaya,(DOC) – Warga korban penggusuran bantaran sungai di kota Surabaya akan mendapat prioritas menghuni rumah susun sewa (Rusunawa). Pemkot Surabaya meminta sejumlah warga yang sudah mengajukan permohonan tinggal di Rusunawa diharapkan untuk bersabar.

Kepala Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah (DPBT) Kota Surabaya Maria Ekawati Rahayu mengatakan, saat ini total antrian warga yang mengajukan rusun sudah tembus sebanyak 3.500 KK.

“Antriannya sudah 3.500 KK, tapi kami masih belum bisa menyentuh mereka untuk dimasukkan prioritas menghuni rusun yang kosong karena pemkot sedang ada prioritas lain,” katanya, di gedung DPRD Kota Surabaya, Jumat (24/2/2017).

Antrian itu adalah warga yang sudah  mendaftar sejak tahun 2014 sampai 2016 lalu. Warga yang mengajukan permohonan tinggal di Rusunawa kebanyakan warga kurang mampu yang belum memiliki rumah.

Seperti arahann Wali Kota Surabaya, ditahun 2017 ini, Pemkot akan fokus pada penertiban bantaran sungai yang harus bebas dari bangunan warga radius 10 meter. Kebijakan ini, dipastikan berdampak pada penyediaan tempat tinggal untuk relokasi warga korban penggusuran.

“Kita masih sesuai prioritas dulu. Sebab masih banyak ternyata wilayah stren kali yang harus ditertibkan Pemkot dan dialihkan ke rusun. Sehingga antrian yang reguler masih ditangguhkan,” pungkasnya.(fm/rob7)