Sahkan Coblos Lebih 1 Caleg, Sosialisasi KPU Gagal

Tidak ada komentar 118 views

Jakarta, (DOC) – Kebijakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang mensahkan suara, jika pemilih mencoblos lebih dari 1 calon anggota legislatif (caleg) asal pada partai politik (parpol) yang sama dalam satu surat suara, dianggap tidak sesuai dengan sistem pemilu proporsional terbuka yang dianut Indonesia.
Berdasarkan kebijakan KPU tersebut maka suara pemilih yang mencoblos lebih dari 1 caleg, suaranya akan dihitung untuk suara parpol.
Pengamat Kebijakan Publik Yulianti Susilo mencermati kinerja KPU dalam melaksanakan Pemilu 2014. “Dengan adanya keputusan KPU seperti ini berarti kinerja KPU dalam hal melakukan sosialisasi system pemilu kepada masyarakat gagal. Harusnya KPU tidak membuat pemilih ragu, KPU harus membuat pemilih tidak melakukan kesalaham dalam menggunakan hak suaranya,” ujarnya.
Mantan Tenaga Ahli Badan Kehormatan DPR-RI ini menyarankan, untuk masyarakat yang akan menggunakan hak pilih pada 9 April mendatang sebaiknya mempelajari latar belakang dan profil para caleg sehingga tidak salah dalam memilih.
Sementara itu, Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay menjelaskan KPU keputusan mensahkan suara pemilih yang mencoblos lebih dari 1 caleg dari partai yang sama merupakan upaya untuk menyelamatkan hak suara pemilih. “Jangan sampai masyarakat telah kita ajak, tapi karena kekeliruan, dengan mudahnya kita nyatakan tidak sah. Karena ini adalah sistem proporsional terbuka, kita lihat dulu pilihan pada satu calon. Jika pilihannya jelas, maka itu sah. Mau tiga calon pun sah, asalkan tetap di surat suara,” ujarnya.
Hadar menambahkan, jika nanti dalam surat suara pemilih tidak memilih caleg, tapi mencoblos di kolom partai, maka suara itu sah untuk suara partai. (r4)