Saingi Singapura, Jadikan Surabaya Destinasi Wisata Belanja

Surabaya,(DOC) – Minimnya potensi wisata alam dan ketiadaan kekayaan alam yang tertimbun di bawah tanah, tidak membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya pesimistis. Sebaliknya, Pemkot Surabaya antusias menjadikan Surabaya sebagai kota wisata yang menjadi jujugan bagi banyak orang baik dalam negeri maupun luar negeri. Perwujudan kota wisata yang dimaksud adalah wisata belanja dan wisata kesehatan di Surabaya. Harapannya, masyarakat Jatim dan juga warga Indonesia Timur, cukup datang ke Surabaya tanpa perlu ke Singapura jika ingin berwisata belanja dan kesehatan.
Penegasan tersebut disampaikan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, ketika memberikan sambutan di acara pengukuhan pengurus Asosiasi Pengelola Pusat Belanda Indonesia (APPBI) DPD Jawa Timur periode 2013-2016 di Balai Kota Surabaya, Jumat (2/5/2014).
“Kita harus membuat Surabaya menarik sehingga orang akan tertarik datang ke Surabaya. Jika orang datang dan menginap di sini, itu peluang. Sebab, hotel-hotel akan laku. Mereka tentunya juga akan belanja. Tidak mungkin tidak belanja, apalagi kalau ada Surabaya Shopping Festival (SSF),” tegas Walikota Tri Rismaharini yang disambut aplaus dari pengurus APPBI.
Dikatakan walikota, dirinya berharap Surabaya bisa sejajar dengan Singapura atau malah mengungguli negara koloni Inggris itu. Untuk sampai pada fase itu, walikota menyebut Pemkot Surabaya akan lebih memperhatikan pasar untuk segmen menengah ke bawah. Caranya adalah dengan sebisa mungkin meminimalisir terjadinya inflasi juga menjaga harga barang-barang tetap terjangkau. “Sebab, kalau semua mahal, kota ini akan mati. Harga harus murah karena daya beli masyarakat akan meningkat,” ujar walikota.
Selain segmen menengah ke bawah, Pemkot Surabaya juga akan berupaya meningkatkan pasar untuk segmentasi menengah ke atas. Seperti misalnya destinase untuk belanja alat-alat gadget dan juga brand internasional.itu merupakan salah satu upaya untuk bersaing dengan Singapura.
“Yang perlu dibenahi untuk kalahkan Singapura adalah akseptabilitas dan percaya. Kita harus yakin bahwa Surabaya juga bisa jadi salah satu kota fashion. Kita harus buat image seperti itu, karena kalau itu terjadi, orang akan jadi tertarik datang. Sekarang kita pasarkan Surabaya sebagai cyber city, itu juga supaya orang tertarik belanja alat komunikasi di Surabaya. Intinya, jangan sampai peluang diambil orang lain,” sambung walikota.
Walikota Risma juga berencana akan memaksimalkan keberadaan Teluk Lamong. Pemkot akan berkomunikasi dengan pihak terkait guna mengoperasikan kapal-kapal baru untuk jarak pendek antar pulau seperti halnya di Batam-Singapura. Tetapi memang, keberadaan pelabuhan baru tersebut memberikan dampak postif karena kapal-kapal yang biasanya sandar selama tiga hari, bakal bisa dikurangi menjadi sehari sehingga bakal berimbas pada pengeluaran dan biaya barang.
Walikota Tri Rismaharini juga kembali mengingatkan pengurus APPBI untuk bersiap menghadapi datangnya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) seiring diberlakukannya era perdagangan bebas di kawasan ASEAN alias ASEAN Free Trade Area (AFTA) pada 2015 mendatang. Karena itu, pengurus APPBI dan juga segenap SKPD Pemkot Surabaya diingatkan untuk tidak cepat puas dengan pencapaian yang sudah diraih.
“Kita harus terus belajar. Peran harus ditingkatkan. Pengurus jangan hanya aktif kalau ada acara karena manfaatnya akan kurang. Tapi kalau bisa lebih general sehingga targetnya akan lebih bagus. Yang penting, jangan sampai kita dimakan oleh perubahan tetapi kita yang meng-handle perubahan dan kita harus yakin bisa,” sambung walikota.
Ketua APPBI DPD Jawa Timur periode 2013-2016, Riza I Wibowo menyampaikan rasa terima kasih kepada Walikota Surabaya yang menurutnya telah memberikan perhatian detail, termasuk kepada APPBI. Riza menegaskan akan menindaklanjuti imbauan walikota untuk menjaga kesatuan diantara anggota internal APPBI serta antar asosiasi
“Kita siap bekerja sama dengan pemerintah untuk meningkatkan perekonomian Surabaya. Selama ini pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur sudah luar biasa dengan Surabaya sebagai motor nya. Dan kita ingin ada progress di segala bidang. Tentunya, visi itu tidak akan tercapai tanpa adanya kesatuan,” ujar Riza.(humas/r7)