Saksi PDIP Protes Soal BPP Pemilu

Tidak ada komentar 80 views

Surabaya,(DOC) – Pengembalian hasil rekapitulasi suara tingkat kota Surabaya oleh pihak KPU Jatim, berbuntut masalah. Itu terkait adanya indikasi temuan perbedaan jumlah data penggunaan surat suara dengan data jumlah pemilih di 14 Kecamatan.

Adanya temuan tersebut mendapat protes dari tim saksi masing—masing parpol peserta pemilu di Kantor KPU Kota Surabaya. Didampingi Panwas Kota, Pihak KPU Kota mengundang seluruh tim saksi tersebut, Kamis pagi (24/4/2014).

Pertemuan yang berlangsung sekitar lima jam itu sempat deadlock selama setengah jam, karena pihak tim teknis KPU Kota masih melakukan revisi terkait temuan data. Beberapa tim saksi menemukan adanya kejanggalan jumlah data yang tercantum dalam berita acara.

Data Kecamatan Tegalsari Surabaya, misalnya. Dari jumlah surat suara yang telah digunakan berbeda dengan form data pada DPTB dan DPKTB. Pada surat suara yang digunakan tercatat, pemilih laki-laki sebanyak 235 orang; perempuan 275 orang. Padahal, dalam from DPT B tercatat jumlah pemilih laki-laki sebanyak 93 orang; perempuan 97 orang.

“Ini temuan yang kami dapatkan. Kalau terjadi di empat belas kecamatan bisa dibayangkan adanya kesalahan yang berpengaruh terhadap perolehan suara PDIP”kata Sukadar tim saksi PDIP. Dia menyesalkan dengan adanya perbedaan itu. Sebab, hal ini akan berpengaruh terhadap hasil perhitungan BPP.

Jika dihitung kembali, maka jumlah BPP cukup besar. Otomatis merugikan partai—partai dengan perolehan suara cukup tinggi dalam pileg kemarin. Sementara itu, hal senada juga disampaikan oleh Tim saksi dari PPP. ’’Semua tim saksi pasti ingin mendapatkan data revisi yang valid. Makanya kami minta agar dilakukan pencocokan ulang dengan membuka kotak suara,’’ ujar Husni Thamrin tim saksi PPP.

Meski demikian, keinginan dari seluruh tim saksi nampaknya harus sia-sia. Pihak KPU Kota Surabaya menolak untuk dilakukan pencocokan data ulang. Sebab, perbedaan jumlah data tersebut sudah direvisi dan lebih bersifat kesalahan adminsitrasi.

Ditemui diruang kerjanya, Eko Waluyo Ketua KPU Kota Surabaya beralasan tidak cukup waktu jika harus menuruti keinginan dari tim saksi.’’Sebenarnya waktu untuk memprotes hal itu sudah kami berikan sejak kemarin. Namun kenapa baru dipermasalahkan hari ini. Dan saya rasa hal itu tidak mempengaruhi jumlah perolehan suara dari masing—masing partai,’’ terang dia.

Eko menambahkan, jika masing—masing parpol masih keberatan, pihak KPU Kota menyediakan form keberatan untuk segera diisi dan dilampirkan dalam berita acara.’’Segera nanti kami serahkan kepada pihak KPU Provinsi untuk ditindaklanjuti,’’ terangnya.

Terpisah, adanya keputusan ini diakui cukup merugikan PDIP. Itu dikatakan Anugrah Ariyadi Wakil Ketua Bidang Hukum DPC PDIP Kota Surabaya.’’Tentu sikap kami tidak akan menandatangani berita acara. Biar nanti kami juga sampaikan kepada tim saksi yang ada ditingkat provinsi,’’ tegasnya.(edw/r7)