Salah Komunikasi, TNI-Polri Ribut

Tidak ada komentar 136 views

Palembang, (DOC) – Kapuspen TNI Laksamana Muda TNI Iskandar Sitompul mengatakan, pembakaran di Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan terjadi setelah tidak adanya jawaban memuaskan dari Polisi di OKU. Akibatnya, puluhan anggota TNI marah dan langsung membakar kantor.

“Ingin menanyakan kasus temannya ke Polres. Bagaimana kasus hukumnya, mungkin pembicaraannya tidak mesra (polisi versus TNI). Maka terjadilah keributan, pembakaran dan sebagainya,” kata Iskandar, Kamis (7/3/2013).

Iskandar menyayangkan kasus seperti ini bisa meletup. Puluhan anggota TNI yang membikin ribut langsung dikembalikan ke markas TNI setempat.

Menurutnya, selama ini hubungan antara TNI dengan Polri sangat baik. “Kenapa terjadi seperti ini. Ya mungkin tadi dialognya kurang mesra,” katanya.

Peristiwa pembakaran terjadi pagi tadi. Pemicunya adalah puluhan anggota TNI itu tidak terima dengan tindakan polisi yang menembak rekannya bernama Pratu Heru Oktavianus.

“Informasinya adalah berawal dari pelanggaran lalu lintas. Itu sekitar satu atau dua bulan lalu. Kemudian mereka menanyakan kasus ini ke Polres,” ujar Iskandar.

Meski melanggar lalu lintas, Pratu Heru malah kabur. Kemudian anggota TNI itu dikejar oleh polisi dan terjadi penembakan.

“Kalau tidak salah yang menembak bernama Brigadir Wijaya. Makanya, puluhan anggota TNI itu menanyakan kasus ini ke Polres,” ujarnya.

Karena tidak terima dengan jawaban polisi, puluhan anggota TNI itu langsung membakar kantor Polres. Tidak itu saja, anggota TNI itu juga membakar sejumlah kendaraan yang terparkir di depan kantor. (mdk/r4)