Sambut AFTA 2015, Pemkot Resmikan Lima BLC Baru

Tidak ada komentar 168 views

Surabaya, (DOC) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus bergerak cepat untuk mempercepat peningkatan kecerdasan dan kemampuan warga Kota Surabaya dalam menggunakan teknologi informasi (TI). Upaya menjadikan warga Kota Pahlawan agar melek teknologi dengan cara ekspress tersebut digagas oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Surabaya melalui program Broadband Learning Center (BLC).
Sejak digagas tahun lalu, BLC yang merupakan hasil kerja sama Pemkot Surabaya dengan PT Telkom Indonesia, sekarang sudah berdiri anggun di banyak kawasan di Surabaya. Kehadiran BLC mampu menarik minat masyarakat mulai dari ibu-ibu rumah tangga, pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM), pengurus RT/RW hingga pelajar untuk belajar teknologi informasi (TI). Nah, pada Februari 2014 ini, jumlah BLC di Surabaya kembali bertambah.
Walikota Surabaya, Tri Rismaharini didampingi Wakil Walikota Wisnu Sakti Buana, bersama Kepala Dinas Kominfo Kota Surabaya, Antiek Sugiharti, serta Eksekutif General Manager Telkom Divisi Timur, Iskriyono meresmikan lima BLC baru yang dipusatkan di Rumah Susun (Rusun) Grudo. Lima BLC baru tersebut lokasinya ada di Kecamatan Wiyung, Wonorejo, Gunung Anyar, Rusun Grudo dan Rusun Tanah Merah II. Kehadiran lima BLC baru ini berarti menambah enam BLC yang sebelumnya ada.
“Terima kasih kepada PT Telkom. Mudah-mudahan bantuannya tidak berhenti di sini,” ujar Walikota Risma seusai peresmian BLC di lima (5) lokasi dan penandatangani naskah perjanjian hibah daerah oleh PT Telkom di halaman Rusun Grudo, Kamis (13/2/2014).
Ditegaskan Walikota Risma, tantangan warga Surabaya ke depan tidak akan mudah seiring akan diberlakukannya era ASEAN Free Trade Area (AFTA) pada 2015 mendatang. Karena itu, Walikota Risma meminta agar warga Surabaya tidak gagap teknologi (gaptek). Karena itu, Walikota Risma berharap akan ada lebih banyak lagi BLC di Kota Pahlawan.
“Kita butuh BLC lebih banyak lagi agar warga Surabaya siap berkompetisi dengan negara-negara ASEAN. Pokoknya jangan sampai tertinggal,” sambung walikota.
Walikota Risma menegaskan, BLC di Rusun Grudo tersebut selain diperuntukkan bagi warga yang tinggal di Rusun Grudo, juga bisa dimaksimalkan oleh warga di sekitarnya. Menurut walikota, BLC punya banyak fungsi. Selain kuntuk belajar, BLC juga bisa difungsikan untuk kepentingan yang lain seperti memasarkan produk. Para orang tua bisa mendaftarkan sekolah anaknya melalui pendaftaran peserta didik baru (PPDB) online. “Para orang tua tidak perlu khawatir karena tidak ada situs yang aneh-aneh. Itu sudah diblokir. Jadi anak-anak aman kalau belajar di BLC,” jelas walikota.
Kepala Dinas Kominfo Kota Surabaya, Antiek Sugiharti mengatakan, BLC di Rusun Grudo dan juga BLC di lokasi lainnya, memiliki fasilitas 10 komputer dan jaringan beserta sarana dan prasarana. Untuk BLC di lima lokasi, Antiek menyebut PT Telkom mengalokasikan dana sebesar Rp 325 juta. “Sekarang kami mencari lokasi lainnya. Jadi kalau PT Telkom mau memberi hibah lagi, kami sudah siap,” ujar Antiek.
Dijelaskan Antiek Sugiharti, pembangunan BLC atau yang juga dikenal sebagai “belajar langsung cerdas”, dilatar belakangi sebagai upaya untuk mewujudkan Kota Surabaya sebagai kota multimedia (Surabaya Multi Media City). Menurutnya, ada beberapa kegiatan yang dilakukan di BLC. Diantaranya pembelajaran teknologi informasi (TI) gratis bagi anak putus sekolah khususnya dari keluarga miskin dan anak cacat, pelahar SD/SMP, SMA ataupun mahasiswa, guru/fasilitator dan tenaga pengajar, keluarga, kelompok perempuan/pemuda dan juga masyarakat umum baik perseorangan ataupun dari Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) maupun Organisasi Masyarakat (Ormas). Termasuk juga kegiatan pembelajaran bisnis online bagi pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM).
“BLC juga bisa menjadi sarana untuk sosialisasi program Pemkot terkait teknologi informasi karena perijinan dan juga administrasi kita kan mulai merambah ke sana. Sehingga masyarakat bisa memahami itu dengan cara yang benar,” jelas Antiek.
Sementara Eksekutif General Manager Telkom Divisi Timur, Iskriyono menegaskan, PT Telkom ikut berbangga dengan diresmikannya lima BLC baru di Surabaya. Menurutnya, PT Telkom concern memikirkan bagaimana ikut berkontribusi memperkuat pengetahuan dan kemampuan wargaSurabaya menghadapi Asean Economic Community 2015.
“Kita ikut bangga. Apalagi, Surabaya dapat penghargaan Future Gov kategari data inklusi sebagai pemanfaatn teknologi informasi. Intinya, melalui program ini, kita ingin mengedukasi masyarakat,” jelas Iskriyono.
Seusai peresmian BLC, Walikota Risma bersama Wawali dan Kadis Kominfo, melakukan teleconference dengan beberapa BLC di lokasi lainnya. Seperti dengan warga di BLC Wiyung, BLC Gunung Anyar,BLC Wonorejo. Walikota juga berbincang dengan beberapa warga di BLC Rusun Grudon yang tengah asyik mempromosikan produk UKM mereka melalui pemasaran via online. Seperti Sutjiati, warga Pandegiling yang memasarkan tas dan kerajinan dari monte.
“Keberadaan BLC ini sangat membantu kami. Kita bisa tahu bahwa komputer juga bisa dipakai untuk jualan. Dan ternyata cara masuknya gampang, tidak susah. Apalagi ada pengajarnya,” ujar Sutjiati.
Masyarakat yang ingin mengikuti pelatihan di BLC, bisa datang setiap hari dari Senin hingga Jumat yang terbagi dalam tiga sesi selama dua jam. Untuk sesi pertama dimulai jam 08.00 WIB hingga 10.00 WIB. Sesi II dimulai dari jam 11.00 WIB hingga jam 13.00 WIB. Serta sesi III dimulai dari jam 14.00 WIB hingga jam 16.00 WIB. (r4)