Sangsi Pembakar Sampah dan Kaji TPA Benowo Akan Tertuang di Perda

Surabaya,(DOC) – Panitia Khusus(Pansus) Raperda Pengelolaan Sampah akan mengkaji kembali keberadaan PT Sumber Organik selaku investor pengelolaan sampah di tempat pembuangan akhir(TPA) Benowo.
Rencana tersebut keluar setelah Pihak Komisi B DPRD Surabaya, selaku Pansus Raperda Pengelolaan Sampah, menggelar dengar pendapat dengan sejumlah LSM pemerhati lingkungan diantaranya Ecoton, Nol Sampah dan komunitas pemulung kreatif(KPK). Jumat(22/11/2013).
Bukan hanya mengkaji Investor pengelola Sampah, Pansus juga akan membuat pasal tentang sangsi terhadap tindakan pembakaran sampah.
Tri Setyo Puruhito ketua Pansus Raperda pengelolaan sampah menyatakan terdapat 8 poin pokok yang menjadi perhatian kelompok LSM dalam meninjau permasalahn tersebut, diantaranya, mengubah paradigma pengolahan sampah, pembatasan penggunaan tas plastik dan sejenisnya, memberi tanggungjawab ke produsen terhadap bahan kemasan, meningkatkan kesadaran masyarakat, menghukum pembakar sampah, memperhatikan pemulung dan pasukan kuning, serta meninjau proses pengolahan sampah di TPA Benowo.

Sementara itu Wawan Some Ketua LSM No Sampah mendesak agar Perda yang akan disahkan nanti bisa mengakomodir kasus pencemaran lindi sampah di TPA Benowo yang tercecer saat pengangkutan. “ Sudah armadanya tidak layak, lindinya tercecer di jalan, ini perlu diperhatikan,” jelasnya.
Selain itu, Ia juga meminta agar UU nomor 18 tahun 2008 dan PP nomor 81 tahun 2012 soal kegiatan membakar sampah yang tidak memenuhi syarat teknis dapat dikenakan sanksi pidana, bisa dimasukkan dalam Perda pengelolaan Sampah nantinya. “Gas sampah sangat bahaya untuk bumi. Bagi kesehatan apalagi, bisa menyebabkan kanker karena gas dioksinnya,” tandasnya.(r7)