Satpol PP Kabupaten/Kota se Jatim Diberi Wawasan Penanggulangan AIDS

Suarabaya(DOC)-Tugas Satpol PP tidak hanya mengobrak PKL saja.  Kali ini mereka mendapat wawasan dan pemahaman mengenai cara pencegahan dan penanggulangan penyakit HIV/AIDS. Untuk kegiatan yang diikuti Satpol PP kabupaten/kota se Jatim ini, pihak Satpol PP Propinsi Jatim menggandeng Komisi Penanggulangan AIDS Propinsi (KPAP) Jatim.

Pj Kepala Satpol PP Propinsi Jatim Drs Sutartib mengatakan acara Rakor Optimalisasi Pencegahan dan Penanggulangan HIV-AIDS, di Hotel Sahid Surabaya kemarin mengatakan, ada beberapa upaya dalam mencegah HIV/AIDS di masyarakat. Antara lain melalui peningkatan pendidikan agama dan ketahanan keluarga, mencegah serta menghilangkan stigma dan diskriminasi.

“Peningkatan pendidikan sebaya dan pemberdayaan remaja serta generasi muda dengan motto say no to drugs and free sex. Tidak itu saja, juga perlunya peningkatan pemberdayaan dan perlindungan perempuan serta remaja putrid serta selalu berkomunikasi secara terbuka,” ujarnya.

Alasan satpol PP perlu wawasan penanggulangan HIV/AIDS, menurut Sutartib, virus HIV/AIDS ini merupakan penyakit masyarakat. Tentunya berkaitan pula saat tugas penertiban para PSK ataupun penyakit masyarakat lainnya. “Dalam bertugas, satpol PP tidak hanya mengobrak saja, tapi berupaya bersikap humanis dalam melakukan penertiban. Tentunya, Satpol PP memberikan pemahaman akan bahaya HIV/AIDS dengan memberikan solusi terhindari dari bahaya itu,” katanya.

Selain itu, katanya, Satpol PP mempunyai tugas khusus untuk mengawal dan menegakkan amanah dari peraturan kepala daerah maupun kebijakan kepala daerah, diantaranya Peraturan Daerah (Perda) maupun kebijakan kepala daerah diantaranya Perda Propinsi Jatim No 5 tahun 2004 tentang Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS di Jatim.

Perlu diketahui bahwa Propinsi Jatim merupakan salah satu propinsi dengan jumlah populasi beresiko tinggi karena virus  AIDS atau kasus AIDS dan menduduki peringkat kedua di Indonesia setelah DKI Jakarta, diikuti Papua, Jabar, dan Bali. Menurut data yang dihimpun Komisi Penanggulangan AIDS Propinsi Jatim hingga periode Juni 2012 kasus AIDS di Jatim secara kumulatif telah mencapai 6.309 kasus.

Dari jumlah itu, ditemukan 3.310 orang pengguna narkoba suntikan yang berada di delapan kabupaten/kota. Sedangkan di 30 kabupaten/kota lainnya masih belum terpetakan dan belum terjangkau. Data kasus tertinggi untuk pengguna narkoba suntikan terdapat di Surabaya, Kota Malang dan Kabupaten Banyuwangi.

Dengan tingginya mobilisasi pengguna narkotika suntikan di daerah maka akan membuat penyebaran kasus HIV/AIDS yang cukup signifikan kabupaten/kota lainnya di Jatim. Situasi epidemic AIDS di sebagian besar wilayah Indonesia masih dalam tingkat epidemic terkonsentrasi. Dengan demikian, sasaran utama program penanggulangan AIDS haruslah populasi beresiko tinggi seperti pengguna narkoba suntik, pekerja seks (perempuan dan waria) lelaki yang berhubungan seks dengan lelaki, dan pelanggan pekerja seks. (R-12)