Satpol PP Peras Biro Reklame

Tidak ada komentar 133 views

Surabaya, (DOC) – Kepala Satpol PP Kota Surabaya membantah jika dirinya melakukan pemerasan terhadap biro reklame CV Anda Advertising sebesar Rp20 juta. Pemerasan itu terkait ancaman adanya penertiban reklame yang tak ber-SIPR dan menunggak pajak sebesar Rp8 miliar.

Dugaan melakukan pemerasan terhadap pengusaha reklame terungkap setelah perwakilan CV Anda Advertising, Setyo Slamet Hariyadi mengaku diminta sejumlah uang oleh Kasatpol PP, Irvan Widyanto dengan alasan tambahan uang saku untuk ke Thailand.

“Pada 23 Nopember, melalui Kasi Penertiban, Asmadi,  Satpol PP meminta uang sebanyak Rp25 juta atas tuduhan pelanggaran pajak pada enam titik reklame milik CV Anda Advertising,” kata Setyo, Senin (17/12/2012).

Permintaan itu dianggap memberatkan lalu ditawar sebesar Rp5 juta. Irvan pun menolaknya. Lalu ada kesepakatan hanya Rp20 juta. Uang itu lalu diserahkan ke kantor Satpol PP pada 26 Nopember.

Sementara Irvan membantah keras tudingan itu. Walau dirinya bersama stafnya sudah menjalani pemeriksaan di Inspektorat wilayah akibat laporan pemerasan yang dituduhkan CV Anda, dia menuding dirinya tak mungkin melakukan itu.

Dia menjelaskan, sebenarnya yang terjadi yakni pihak biro reklame CV Anda melakukan penyuapan supaya enam titik reklame yang tidak membayar pajak selama setahun dengan total keseluruhan nilai pajak mencapai Rp. 8 miliar, tak ditertibkan. Salah satunya yakni reklames didaerah embong malang pajaknya satu miliar yang belum terbayar.

“Mereka mau menyuap kami supaya reklame mereka tidak dipotong, karena mereka gagal meyuapkan kita. Mereka mencoba membalikkan fakta dengan menuduh saya memeras padahal itu tidak benar. Justru mereka yang mau menyuap kami,” kata Irvan saat dikonfirmasi.

Lebih lanjut Irvan menilai apa yang dikatakan  ada indikasi pencemaran nama baik dan fitnah karena tuduhan itu tidak disetai bukti otentik. “Yang jelas tuduhan itu berdasarkan apa? Harus ada bukti dan jangan asal mendongeng saja, dan saya akan melaporkan ini kepada pihak berwajib dengan pencemaran nama baik, setelah persoalan ini selesai di inspektorat” lanjutnya.

Irvan menjelaskan, dari kronologis kejadian tidak bisa membuktikan bahwa dirinya meminta uang dan memeras. Pasalnya, menurutnya dirinya tidak pernah mengundang ketika pihak CV Anda Advertising membawa uang ke kantornya.

“Saya waktu itu perjalanan ke Thailand. Waktu ada info titipan datang ke kantor. Saya langsung suruh kembalikan ke pemiliknya,” ungkapnya.

Irvan meminta dikonfrontir langsung atas tuduhan ini agar jelas mana yang benar dan yang salah. “Saya meminta dikonfrontir langsung secara lengkap audio visual. Kita buktikan apakah saya memeras atau mereka yang memfitnah saya,” tegasnya.

Lebih lanjut Irvan juga mengatakan jika dirinya dapat informasi adanya pemerasan dikantornya dari Wakil Wali Kota Surabaya Bambang DH, saat itu dirinya ditelpon melalui nomor seluler ajudan Wawali Bambang. Memberitahu jika anak buahnya yang berada di Satpol PP melakukan pemerasan terhadap biro reklame CV Anda milik Markus yang merupakan relasi Bambang DH.

Setelah mendapatkan informasi itu, kata Irvan, dirinya langsung mengecek anak buahnya dan suruh mengembalikan uang itu kepada pihak CV Anda.
“ Anak buah saya bilang ada titipan untuk saya, namun dia tidak tau apa isinya lalu saya minta untuk mengeceknya setelah dicek isinya duit berapa isinya tidak tau, dan langsung saya suruh meminta untuk mengembalikannya” pungkasnya. (r4)