Satu Abad Pendidikan Dokter Surabaya di Peringati

Tidak ada komentar 148 views

Surabaya,(DOC) – Para alumni Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FKUA) Surabaya akan memperlihatkan kemampuan mereka dalam menyampaikan parikan Suroboyo-an di halaman Balai Kota Surabaya, Sabtu (19/10/2013) nanti.
Alumni FKUA Surabaya yang terbagi per-angkatan ini akan berlomba dalam berpantun bahasa Jawa (parikan) dengan mengenakan kostum masing-masing. Itu merupakan bagian dari welcome party acara peringatan satu abad pendidikan dokter di Surabaya yang digelar mulai 17-20 Oktober 2013.
Kegiatan peringatan satu abad pendidikan dokter di Surabaya ini bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya. Untuk acara malam Suroboyoan di halaman Balai Kota tersebut, Walikota Surabaya, Ir Tri Rismaharini MT direncanakan akan memberikan sambutan. Termasuk juga Dekan FK UA Surabaya, Prof Dr Agung Pranoto.
Ketua Panitia peringatan satu abad pendidikan dokter di Surabaya, Dr Hendy Hendarto mengatakan, selain kegiatan di halaman Balai Kota tersebut, semua kegiatan akan dipusatkan di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga yakni di Aula, ruang sidang A, Prpadeus, dan gedung Airlangga Medical Education Centre (AMEC).
“Ada sekitar 2000 alumni FKUA yang diundang dan akan berpartisipasi dalam acara ini. Banyak aktifitas yang sudah disusun, baik itu acara untuk alumni dan acara yang bisa dinikmati warga,” tegas Hendy Hendarto.
Dijelaskan Hendy Hendarto, kegiatan ini terbagi menjadi dua macam, yakni acara yang dikhususkan untuk para alumni dan acara untuk masyarakat. Selain acara lomba pantun tersebut, juga ada acara open house di mana masyarakat bisa masuk ke Fakultas Kedokteran untuk melihat pameran pendidikan kedokteran, termasuk juga gedung cagar budaya FKUA yang dibangun sejak tahun 1920-an.
“Juga ada seminar populer kesehatan, seminar khusus pelajar untuk memperkenalkan FKUA. Juga ada kegiatan bakti social dengan Dinkes Surabaya. Harapan kami, masyarakat bisa ikut berpartisipasi dan ikut meramaikan acara ini,” sambung Hendry.
Sementara Ketua Dekan FKUA, Prof Dr Agung Pranoto menegaskan, kegiatan bertema memberi yang terbaik dalam mendarmabaktikan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran untuk kesehatan bangsa ini merupakan wujud kepedulian terhadap upaya peningkatan profesionalisme dokter yang dicapai melalui tiga tujuan. Pertama, melakukan kilas balik sejarah perkembangan pendidikan dokter di Surabaya untuk dijadikan semangat peningkatan profesionalisme dokter. Kedua, melakukan refleksi dan telaah terhadap pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran agar bermanfaat untuk pelayanan kesehatan terjangkau oleh masyarakat dan mampu aktif berkarya hingga tingkat internasional.
“Nantinya, di setiap lorong FK UA, untuk setiap departemen kita siapkan unggulannya, akan kita sampaikan dengan cara mudah. Misalkan departemen ortopedi dijelaskan operasi untuk menumbuhkan tulang, lalu juga departemen mata dan THT. Kita akan berupaya meyakinkan warga Surabaya untuk tidak berobat ke luar negeri karena kita tidak kalah dengan luar negeri,” ujarnya.
Selain itu, peringatan satu abad pendidikan dokter di Surabaya ini juga sebagai ajang pelaksanaan reuni dan pemberdayaan komunikasi untuk memperkuat jejaring alumni FKUA. Ini karena alumni FKUA Surabaya jumlahnya ribuan dan tersebar di banyak wilayah di Indonesia.
“Penguatan jejaring ini sebagai upaya peningkatan profesionalisme dokter yang berguna bagi kesehatan bangsa,” imbuh Poedjo Hartono, Ketua Alumni FKUA Surabaya.
Dan pada Minggu (20/10), peringatan satu abad pendidikan dokter di Surabaya juga diwarnai kegiatan bakti sosial (Baksos). Khusus Baksos ini, panitia juga turut mengundang tim dari Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk mendata apakah kegiatan Baksos yang dilaksakanan di 100 titik berbeda dalam waktu bersamaan ini layak masuk rekor MURI.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kota Surabaya, dr Sri Setiyani mengatakan, pihaknya siap mendukung penuh pelaksanaan Baksos. Dijelaskan Sri, Dinkes Kota Surabaya juga akan menggelar pemeriksaan kesehatan dan juga penyuluhan kesehatan.
“Kita akan melibatkan personel dari 62 Puskesmas di wilayah masing-masing untuk menfasilitasi kegiatan ini,” ujar Sri Setiyani.(r7)