Satu Anggota Dewan Berani Tolak Kunker ke LN

Tidak ada komentar 151 views

Surabaya,(DOC) – Sekertaris Fraksi Handap DPRD kota Surabaya dari Partai Nasdem, Vinsensius alias Awey menolak tawaran kunjungan kerja(Kunker) ke luar negeri(LN) jika dirinya tak menguasai masalah.  Sikap arif ini, diharapkan bisa menular ke para anggota DPRD Surabaya lain periode 2014-2019, guna menghemat anggaran.

“Kunker ke luar negeri bagi anggota dewan bukan hanya sekedar saling balas kunjungan dan Say Hallo. Tapi harus dilihat bobot materinya dan penguasaan materi. Semuanya harus ada persiapan yang matang. Karena kita bisa dituduh pemborosan keuangan negara,” kata Awey dihadapan sejumlah jurnalis DPRD Surabaya, Rabu(17/9/2014).

Ia mengutarakan, sikap penolakan Kunker ke LN ini, didasari oleh sikap anggota DPRD Surabaya, saat menerima tamu delegasi dari Pemkot Jiangmen China, Senin(15/9/2014) lusa kemarin.

“Aneh, kok yang banyak bertanya malah dari anggota kita ya. Padahal tujuan mereka(delegasi Jiangmen,red) kesini, sudah jelas ingin mengetahui kondisi Kota Surabaya. Parah lagi, salah satu anggota incumbent mengaku sudah dua kali kunjungan kesana, tapi belum juga ngerti,”keluhnya.

Awey menyarankan, sebagai anggota dewan yang mempunyai background pendidikan jelas, seharusnya sudah mengerti, ketika menjadi tuan rumah kunjungan dari LN.

“Seharusnya sudah siap slide profil kota Surabaya, sehingga mereka bisa langsung memahami seperti apa kota ini. Apalagi tujuannya untuk prospek investasi. Hal ini kan bisa menurunkan kepercayaan mereka(delegasi,red),”kritiknya.

Mantan pengusaha furniture ini, mengaku mengetahui karakter para investor China, yang sangat selektif dalam melakukan hubungan usaha. Karena sebelum menjabat anggota dewan, dirinya sering berbisnis dengan para pelaku usaha asal Tionghoa.

“Kemarin saya sempat disindir karena terlihat dominan saat menerima tamu dari Jiangmen China. Ya , pastilah, kan saya asli etnis Tionghoa yang menguasai bahasa mereka(Mandarin-red).  Saya juga sering kesana untuk berbisnis. Jiangmen jaraknya sangat dekat dengan kampung nenek moyang saya,”cetusnya.

Awey tak menyalahkan kritik media massa yang selalu menyorot Kunker anggota dewan ke LN. Karena dirinya juga merasakan hasilnya memang kurang maksimal. “Ya kalo tidak mau diberitakan media terus, ya di rubah-lah paradigmanya. Bila perlu ajak Kadin atau instansi lainnya, agar benar-benar bermanfaat,”pungkasnya.(r7)