Satwa KBS Mati, Dirut PDTS Tak Komentar

Tidak ada komentar 161 views

Surabaya, (DOC) – Satwa koleksi Kebun Binatang Surabaya (KBS) kembali berkurang. Terbaru, seekor kijang berusia delapan tahun ditemukan mati di kandangnya. Satwa yang bernama latin, muntiacus muntjak itu diduga mati karena kembung. Kematian kijang ini tentu saja mengurangi jumlah koleksi kijang yang kini menjadi berjumlah 19 ekor.
Humas Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) KBS, Agus Supangat mengatakan, penemuan bangkai kijang pertama kali oleh petugas KBS yang kebetulan sedang berkeliling untuk memantau kondisi satwa. Diperkirakan, satwa yang peredarannya di kawasan Asia itu mati sekitar pukul 05.00.
“Hasil otopsi menunjukkan bahwa, kijang ini mati karena kembung. Didalam perutnya ditemukan sisa makanan berupa rumput. Nah, memang hewan yang memakan rumput, paling rentan terkena kembung dibanding yang tidak makan rumput,” ujarnya.
Terpisah, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini ketika ditemui disela-sela peresmian lima Broadband Learning Center (BLC) baru yang dipusatkan di Rumah Susun (Rusun) Grudo kemarin mengatakan, ada tiga hal yang kini tengah difokuskan untuk meningkatkan kinerja KBS. Diantaranya, penataan manajemen. Itu artinya, PDTS KBS akan merekrut sumber daya manusia (SDM) yang benar-benar memiliki kemampuan dan kapasitas dalam organisasi KBS dan sekaligus manajemen satwa.
Rencana berikutnya adalah penataan kandang. Penataan kandang ini dinilai penting penting untuk kenyamanan dan keamanan satwa. “sementara, kami akan fokus pada dua ini dulu. Percuma kalau KBS dibuat bagus jika kalau manajemen dan pengelolaannya buruk,” terang Tri Rismaharini.
Sementara itu, sekitar pukul 08.30, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Irman Gusman berkunjung ke kebun binatang yang berada di Jalan Setail ini. Pria asal Padang Panjang Sumatra Barat berkeliling melihat satu persatu satwa sembari didampingi istrinya, Liestyana Rizal Gusman.
Selama berkunjung, alumnus Universitas Kristen (UKI) Jakarta ini didampingi Direktur Utama PDTS KBS, Ratna Achjuningrum, Direktur Keuangan dan SDM PDTS KBS, Fuad Hasan serta sejumlah petinggi KBS lainnya. “Saya harap, KBS ini tetap menjadi tempat konservasi satwa dan tidak dialihfungsikan oleh hal lain. Apalagi KBS ini berada di lokasi yang sangat strategis,” bebernya.
Selama kurang lebih satu jam setengah Irman Gusman berkeliling ke kebun binatang peninggalan wartawan asal Belanda ini. Awalnya, Julia Perez atau yang akrab disapa Jupe, juga ikut datang ke KBS ini bersama dengan Irman Gusman. Sayang, lantaran dia memiliki kesibukan lain ia hanya beberapa menit saja melihat-lihat satwa.
“KBS ini aset nasional, bukan hanya milik Kota Surabaya. Jadi harus tetap dijaga,” Irman Gusman.
Die menjelaskan, KBS memiliki peran yang sangat penting bagi masyarakat. Selain sebagai sarana rekreasi, KBS juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat edukasi bagi keluarga dan pelajar.
Terpisah, Direktur Utama PDTS KBS, Ratna Achjuningrum, ketika diminta keterangan soal kematian kijang balik melimpahkan masalah tersebut kepada Humas PDTS KBS, Agus Supangkat. “Tanya Pak Agus saja (Agus Supangkat, red),” kata Ratna singkat. (k1/r4)