SBY dan Pakde Karwo Terkesan Salak Khas Lumajang

Tidak ada komentar 230 views

Lumajang, (DOC) – Sebagai rangkaian kunjungan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono beserta Ibu Ani Yudhoyono yang didampingi Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo menyempatkan untuk mengunjungi Unit Pelaksana Teknis – Balai Penyuluhan Pertanian (UPT-BPP) Kec. Pronojiwo, Jl. Raya Sumber Urip , Kab. Lumajang, Selasa(30/7/2013).
SBY dan Pakde Karwo, sapaan akrab Presiden RI dan Gubernur Jawa Timur itu, mengakui terkesan dengan potensi hortikultura Kab. Lumajang yaitu salak. Di Kab. Lumajang, telah dibudidayakan jenis salak pondoh yang telah direkayasa genetika oleh UPT-BPP Kec. Pronojiwo yang diberi nama salak Pronojiwo. Kelebihan dari salak pronojiwo adalah memlilik kadar air yang banyak, lebih segar, warna yang menarik, ukuran yang lebih besar. “Saya memberikan apresiasi khusus bagi para petani di Pronojiwo yang bekerjasama dengan UPT-BPP yang telah mengembangkan kualitas genetika dari salak disini, sehingga memiliki kualitas dan mutu yang lebih baik dibandingkan salak didaerah lain,” ucap Presiden RI tersebut.
SBY mengatakan, apabila nanti produktifitas dan jumlah petani salak di Kab. Lumajang semakin banyak dan bagus kualitasnya, bukan tidak mungkin nantinya akan dibangun pasar khusus untuk menjual salak. “ Kalau nanti kualitasnya lebih baik, dan peminat salak semakin tinggi secara terus menerus, nanti akan dibantu untuk dibuatkan pasar khusus salak untuk meningkatkan kesejahteraan petani salak di Kab. Lumajang. Nanti Menteri Perdangangan RI dan Gubernur Jawa Timur akan membantu,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, SBY juga memborong salak hasil panen petani yang mencapai empat kwintal. Harga salak Rp. 8.000,-/kg. hal tersebut membuat para petani bersuka cita. Selanjutnya, SBY berkeinginan untuk mengkonsumsi salak tersebut untuk menu berbuka puasa nanti sore di Pendopo Kab. Lumajang.
SBY dan Pakde Karwo juga mendengarkan keluh kesah dari petani salak di Kab. Lumajang. Petani salak yang diwakili Sugeng mengeluhkan beberapa hal kepada Presiden RI dan Gubernur Jawa Timur diantaranya pemasaran salak masih belum mencapai pasar ekspor, adanya premanisme di pelabuhan sehingga menyebabkan pembengkakan biaya mencapai dua kali lipat, dan membutuhkan pasar khusus salak. “ Petani salak di Pronojiwo sebelum ada usaha kebun salak hidup dalam ekonomi yang pas-pasan, akan tetapi kondisi tersebut berangsur membaik karena dikembangkan salak oleh UPT- BPP. Saat ini, petani bisa memperoleh pendapatan sekitar Rp.1,9 juta/bulan. Apabila pemerintah membantu dalam menyelesaikan masalah tadi, petani salak akan lebih sejahtera,”ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Pakde Karwo mengatakan Upah Minimum Regional di Jawa Timur adalah sebesasr Rp. 1,7 juta. Dengan upah sebesar tersebut, petani salak diatas rata-rata UMR Jawa Timur. “ Pemerintah Jawa Timur akan selalu membantu rakyatnya agar memperoleh kesejahteraan yang lebih baik. Diantaranya apabila membutuhkan bantuan permodalan, petani salak bisa mendatangi Bank UMKM Jatim yang memiliki bunga rendah bagi petani,” tegasnya.
Sebagai informasi, di Kecamatan Pronojiwo terdapat terdapat 40 kelompok tani salak. Setiap hectare menghasilkan 15-20 ton salak. Dalam kunjungan ini juga terlihat beberapa Menteri Kabinet Bersatu Jilid II, diantaranya Menteri Pertanian, Ir. H. Suswono, MMA, Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan, juga Kapolri, Kapolri Timur Pradopo. (hms/r4)